Respons afektif dan dinamika spiritualitas siswa dalam penggunaan Kahoot! pada pembelajaran Aqidah Akhlak
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i8.24008Keywords:
Affective Response, Kahoot!, Aqidah Akhlak, gamifikasi, internalisasi nilai spiritual, respons afektifAbstract
Aqidah Akhlak learning plays an important role in shaping students' faith, attitudes, and character. However, its implementation still tends to focus on the cognitive aspect, so that the development of the affective domain is not optimal. In addition, the use of less varied learning methods can reduce student motivation and engagement. This study aims to explore students' affective experiences in using Kahoot! gamification in Aqidah Akhlak learning and analyze the influence of the competitive element on the internalization of spiritual values. The study used a qualitative case study approach involving 28 seventh-grade students of MTs Al-Ma'arif as participants. Data were collected through learning observations, documentation of Kahoot! game results, and written reflections. Data validity was carried out through triangulation of techniques and sources, while data analysis used thematic analysis. The results showed that Kahoot! was able to increase students' enthusiasm, learning motivation, active participation, and emotional involvement. The competitive element elicited various affective responses, such as joy, confidence, and enthusiasm for learning, although some students experienced pressure due to rankings and scores. Research findings show that gamification can support the internalization of Aqidah Akhlak values if balanced with teacher guidance that emphasizes spiritual meaning and character building.
Abstrak
Pembelajaran Aqidah Akhlak memiliki peran penting dalam membentuk keimanan, sikap, dan karakter peserta didik. Namun, pelaksanaannya masih cenderung berfokus pada aspek kognitif sehingga pengembangan ranah afektif belum optimal. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif dapat menurunkan motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman afektif siswa dalam penggunaan gamifikasi Kahoot! pada pembelajaran Aqidah Akhlak serta menganalisis pengaruh unsur kompetisi terhadap internalisasi nilai-nilai spiritual. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan melibatkan 28 siswa kelas VII MTs Al-Ma’arif sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, dokumentasi hasil permainan Kahoot! dan refleksi tertulis siswa. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan sumber, sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kahoot! mampu meningkatkan antusiasme, motivasi belajar, partisipasi aktif, dan keterlibatan emosional siswa. Unsur kompetisi memunculkan respons afektif yang beragam, seperti rasa senang, percaya diri, dan semangat belajar, meskipun sebagian siswa mengalami tekanan akibat peringkat dan skor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi dapat mendukung internalisasi nilai-nilai Aqidah Akhlak apabila diimbangi dengan pendampingan guru yang menekankan makna spiritual dan pembentukan karakter.
References
Agusti, M., & Azizah, I. N. (2026). Implementasi media pembelajaran interaktif KAHOOT dalam membangun motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. 05(01), 643–655.
Agustianty, E. F., & Nurwahidah, S. (2026). Pemanfaatan Kahoot sebagai media evaluasi interaktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Nucl. Phys., 13(1), 104–116.
Braun, V., & Clarke, V. (2014). Using thematic analysis in psychology. Psychiatric Quarterly, 0887(1), 37–41.
Creswell, J. W. (2004). Research design. Seminars in Pediatric Infectious Diseases, 15(1).
Fazriyah, N., Saraswati, A., Permana, J., & Indriani, R. (2020). Penggunaan aplikasi Kahoot pada pembelajaran media dan sumber pembelajaran SD. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 6(1), 139–147. doi:10.36989/didaktik.v6i1.119
Izzati, M., & Kuswanto, H. (2019). Pengaruh model pembelajaran blended learning berbantuan Kahoot terhadap motivasi dan kemandirian siswa. EDUMATIC: Jurnal Pendidikan Informatika, 3(2), 65–75. doi:10.29408/edumatic.v3i2.1656
Lies Ning Ujiyanti, & Muh. Hanif. (2025). Evaluasi aspek afektif, kognitif, psikomotorik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Di SMP Negeri 3 Kedungbanteng. IQRO: Journal of Islamic Education, 8(1), 319–331. doi:10.24256/iqro.v8i1.7026
Mamonto, N., Umar, F. A. R., & Kadir, H. (2021). Penggunaan media Kahoot dalam penilaian kebahasaan teks anekdot pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Suwawa. Jambura Journal of Linguistics and Literature, 2(1), 1–14.
Noemí, P.-M., & Máximo, S. H. (2014). Educational games for learning. Universal Journal of Educational Research, 2(3), 230–238. doi:10.13189/ujer.2014.020305
Paputungan, F. (2022). Teori perkembangan afektif pendidikan formal. Journal of Education and Culture (JEaC), 2(2), 87–95.
Sagala, A. U., Dewi, D., Hutagaol, S., Haloho, K. A., Aini, N., Tangson, R., & Medan, U. N. (2021). Penggunaan aplikasi Kahoot sebagai media belajar sambil bermain dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Prosiding Seminar Nasional PBSI-IV.
Sri Legowo, Y. A. (2022). Gamifikasi dalam pembelajaran di sekolah dasar. JISPE: Journal of Islamic Primary Education, 3(1), 13–30. doi:10.51875/jispe.v3i1.43
Ummah, M. S. (2019). Ilmu pendidikan Islam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Ayisya Rosyida, Masnor Maltufah, Indah Aminatuz Zuhriyah, Luthfiyah Fathi Pusposari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



