Pendidikan Agama Islam dan praktik keberagamaan digital mahasiswa muslim: Analisis fenomena religious flexing di media sosial

Authors

  • Atikah Ramadhani Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Anisa Dwi Makrufi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i8.24339

Keywords:

religious flexing, media sosial, keikhlasan, mahasiswa muslim, Pendidikan Agama Islam

Abstract

This research aims to analyze Muslim students’ perceptions of the phenomenon of religious flexing on social media, understand students’ interpretations of the value of sincerity, and explain the Islamic educational perspective on digital religious practices. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of semi-structural interviews and documentation studies. The research informants consisted of six Muslim students who actively use social media and have encountered posts displaying religious activities, symbols, or identities. The data were analyzed thru the processes of data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that Muslim students view religious flexing ambivalently. Religious posts can be accepted if they are oriented toward preaching, motivation, and invitations to goodness, but they can be questioned if they are displayed excessively and oriented toward praise or social validation. The value of sincerity is understood as a guardian of intention so that religious practices do not shift into ostentation. Islamic education servers as an ethical-spiritual control that helps students maintain manners, intentions, simplicity, and responsibility in social media.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Muslim terhadap fenomena religious flexing di media sosial, memahami pemaknaan mahasiswa terhadap nilai keikhlasan, serta menjelaskan pandangan pendidikan Islam terhadap praktik keberagamaan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas enam mahasiswa Muslim yang aktif menggunakan media sosial dan pernah menemukan unggahan yang menampilkan aktivitas, simbol, atau identitas keagamaan. Data dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Muslim memandang religious flexing secara ambivalen. Unggahan religius dapat diterima apabila berorientasi pada dakwah, motivasi, dan ajakan kebaikan, tetapi dapat dipersoalkan apabila ditampilkan secara berlebihan dan berorientasi pada pujian atau validasi sosial. Nilai keikhlasan dipahami sebagai penjaga niat agar praktik keberagamaan tidak bergeser menjadi riya’. Pendidikan Islam berperan sebagai kontrol etis-spiritual yang membantu mahasiswa menjaga adab, niat, kesederhanaan, dan tanggung jawab dalam bermedia sosial.

References

Annafi, M. F. S., Andrian, F. A., & Aji, A. S. (2025). Efek Konten Dakwah Hanan Attaki di Media Sosial Terhadap Tingkat Religiusitas Mahasiswa. Humanitaria: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(02), 1–16. https://doi.org/10.14421/hum.v4i2.2860

Budiarti, A. L., Alviyah, E. N., Triana, I., Lestari, N. A., Jamilah, R., Saptaji, S. A. P., & Hyangsewu, P. (2023). Analisis Dakwah TikTok terhadap Tingkat Religiusitas Mahasiswa: Studi Kasus pada Pengguna Aktif TikTok di Kalangan Mahasiswa UPI. FENOMENA: Jurnal Penelitian, 15(2), 136–151. https://doi.org/10.21093/fj.v15i2.8555

Burhanuddin, A., Harahap, C. R., Pane, D. S., & Anum, S. (2026). Peran Instagram Sebagai Media Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Remaja. Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan Dan Keguruan, 3(1), 25–37. https://doi.org/10.63424/ahsanitaqwim.v3i1.511

Candrika, C., Ulum, M. S., & Maryati, D. S. (2026). Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Self Control Siswa Terhadap Dampak Negatif Media Sosial. Tarbiya Islamica, 14(1), 15–26.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=nFr2EAAAQBAJ

Farikha, U. (2025). Pengaruh media sosial terhadap interaksi sosial remaja di era digital. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ), 3(10), 184–189.

Faruqi, D. (2025). Transformasi Literasi Keagamaan Melalui Media Sosial dalam Perspektif Pendidikan Islam Modern. Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurusan Sekolah, 10(3), 1422–1430. https://doi.org/10.34125/jkps.v10i3.992

Harahap, M. S., Alkhori, F., & Sari, H. (2026). Internalisasi Nilai Pendidikan Islam dalam Membentuk Etika Digital Siswa di Tengah Budaya Global Serba Instan. Al Ikhlas Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 181–190. https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.408

Hasanah, N. K., Ikhwan, N. N., Al-jannah, M. C., Zulfa, A. M., & Abrori, A. (2026). Kesalehan Digital: Studi Mahasiswa Islam dalam Menilai Keberagamaan melalui Media Sosial. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 07(01), 24–35. http://dx.doi.org/10.36722/jaiss.v7i1.4946

Hidayah, N., Rosidi, A. R., & Shofiyani, A. (2023). Konsep Ikhlas Menurut Imam Al-Ghazali Dan Relevansinya Terhadap Tujuan Pendidikan Agama Islam. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 12(2), 190–207. https://doi.org/10.54437/urwatulwutsqo.v12i2.957

Izza, D., & Mansyur, S. (2026). Peran Media Sosial Terhadap Perubahan Identitas Keagamaan dan Praktik Keberagaman pada Generasi Z di Indonesia. ULILALBAB:Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(3), 341–353. https://doi.org/10.56799/jim.v5i3.13890

Kustiawan, W., Matondang, J. D., & Sherlliana, S. (2025). Komunikasi Islam di Era Media Sosial: Kajian Literatur tentang Penyebaran Nilai-Nilai Keislaman kepada Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2024), 19164–19168. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.29231

Maisarah, I. (2025). Islam Garis Lurus : Konstruksi Identitas Keagamaan Di Media Sosial. Nihayah Journal of Islamic Studies, 1(2), 520–533. https://doi.org/10.65802/nihayah.v1i2.53

Nurjasmi, N., & Rajab, K. (2025). Arah baru pendidikan islam: pendidikan karakter, spiritualitas, dan psikoterapi islam. JIPKIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Keislaman, 5(3), 619–625. https://doi.org/10.55883/jipkis.v5i3.191

Rahmah, P. (2025). Transformasi Otoritas Keagamaan Dalam Ruang Digital: Studi Terhadap Praktik Keislaman. IBTIKAR: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 2(2), 67–74.

Rohia, E., Jefri, M., Anisa, N., & Hariry, S. (2025). Pengaruh Media Digital terhadap Spiritualitas Remaja Muslim. JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplinerm, 01(03), 386–390.

Salsabila, A. A., Atika, S. N. C., Setyorini, L., & Hendriani, A. C. (2025). Antara Like dan Ridha Allah: Tantangan Moral dan Spiritual Remaja Muslim di Media Sosial. LITERA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(6), 1006–1015. https://litera-academica.com/ojs/litera/article/view/310

Suryadi, A., & Arief, M. J. (2026). Flexing Religius Di Media Sosial: Antara Kesalehan dan Eksistensi Diri. Nubuwwah: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(01), 1–8. https://doi.org/10.21093/nubuwwah.v4i01.11898

Downloads

Published

2026-10-03

How to Cite

Ramadhani, A., & Makrufi, A. D. (2026). Pendidikan Agama Islam dan praktik keberagamaan digital mahasiswa muslim: Analisis fenomena religious flexing di media sosial. Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(8), 152–161. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i8.24339

Issue

Section

Articles