The theory–practice gap in Islamic religious education: A case study of students’ learning difficulties and instructional solutions
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i4.23333Kata Kunci:
Student Difficulties, Islamic Education, Learning Solutions, Case Studies, Theory and PracticeAbstrak
The phenomenon of mismatch between theory and practice in the learning process is still a problem frequently found in educational units. This study aims to describe and analyze the phenomenon of misalignment between theoretically planned learning concepts and the implementation of learning in schools. The method in this study uses a mixed method approach with a case study design. The subjects of this study involved 30 students and 2 teachers. The instruments used in the study consisted of questionnaires and interviews. Data collection was carried out directly in the field through FGD (Focus Group Discussion). The data obtained were analyzed quantitatively and qualitatively so that the results obtained were comprehensive. The results of this study indicate that the level of student understanding of Islamic Religious Education theory and practice is in the very high category with an average score of 4.68. However, this understanding has not been fully implemented in daily behavior, thus indicating a gap between the cognitive, affective, and psychomotor aspects. It can be concluded that Islamic Religious Education learning still tends to be oriented towards theoretical aspects rather than real practice. Therefore, this study provides recommendations in the form of improving teacher competency, developing holistic learning evaluations, and strengthening the role of the environment in supporting the internalization of Islamic Education values.
Abstrak
Fenomena ketidaksesuaian antara teori dan praktik dalam proses pembelajaran masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena tidak sejalannya antara konsep pembelajaran yang direncanakan secara teoritis dengan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan mix metod (campuran) dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini melibatkan 30 orang siswa dan 2 orang guru. Instrumen yang digunakan dalam peneltian terdiri dari angket dan wawancara. Pegambilan data dilakukan secara langsung turun ke lapangan dengan melakukan FGD (Focus Group Discussion). Data yang di peroleh di analisis secara kuantitatif dan kualiatif sehingga hasil yang didapatkan komprehensif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap teori dan praktik PAI berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,68. Namun demikian, pemahaman tersebut belum sepenuhnya diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PAI masih cenderung berorientasi pada aspek teoritis dibandingkan praktik nyata. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi berupa peningkatan kompetensi guru, pengembangan evaluasi pembelajaran yang holistik, serta penguatan peran lingkungan dalam mendukung internalisasi nilai-nilai PAI.
Referensi
Achmad Junaedi Sitika, & Salsadilla, A. S. (2023). Teori dan praktik pendidikan dalam Islam. Journal Analytica Islamica, 12(1).
Arief, A. (2002). Pengantar ilmu dan metodologi pendidikan Islam. Jakarta, Indonesia: Ciputat Press.
Azra, A. (2014). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan. Jakarta, Indonesia.
Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. New York, NY: Longmans Green.
Citrawati, L. U. H. P. (2019). Kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan MICE. 18, 34–44.
Creswell, J. W. (2009). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Daradjat, Z. (2011). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara.
Devita Maharani, Putri, S. K., et al. (2025). Fenomena kesenjangan pendidikan di Indonesia antara kota dan desa. Jurnal Lentera Edukasi, 3(4). https://doi.org/10.70305/jle.v3i4.172
Eka, M. I., & Febriarsita. (2024). Analisis kesulitan pembelajaran PAI dan upaya guru PAI dalam meningkatkan minat belajar siswa di SMAN 3 Sidoarjo. Journal on Education, 6(4). https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.5568
Erlina Laily Nur Afifa, Saman, M. F., & Abdullah, S. (2025). Kesenjangan antara nilai akademik PAI dan praktik nilai Islam dalam perilaku siswa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2). https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.29265
Fitriani, Y. P., & Wahidah. (2025). Penerapan model Jigsaw Learning untuk mengatasi kesulitan belajar PAI di SMPN 4 Kota Solok. YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya, 5(6). https://doi.org/10.58578/yasin.v5i6.7881
Freire, P. (1993). Pedagogy of the oppressed. New York, NY: Continuum.
Hamalik, O. (n.d.). Proses belajar mengajar. Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara.
Langgulung, H. (2008). Asas-asas pendidikan Islam. Jakarta, Indonesia: Al-Husna Zikra.
Majid, A., & Andayani, D. (2012). Pendidikan agama Islam berbasis kompetensi. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya.
Meilina, A. P. (2025). Analisis kesenjangan pengembangan kompetensi pedagogik guru PGMI: Kajian kritis berbasis teori konstruktivistik. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, 3(3). https://doi.org/10.61132/jmpai.v3i3.1114
Muhaimin. (2012). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya.
Muhammad Masykur Abdillah, Ulum, M., & Judijanto, L. (2024). Strategi efektif untuk mengurangi kesenjangan pendidikan: Tinjauan literatur pada intervensi global. Jurnal Ilmiah Edukatif, 10(2). https://doi.org/10.37567/jie.v10i2.3422
Mustofa, A. O. S., & Ali, T. (2025). Strategi pembelajaran efektif guru PAI dalam mengatasi kesulitan belajar di SMPN 3 Grogol. IDEGURU: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(1). https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i1.1276
Nata, A. (2016). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta, Indonesia: Kencana Prenada Media Group.
Prabowo, A., & Heriyanto, H. (2013). Analisis pemanfaatan buku elektronik (e-book) oleh pemustaka di Perpustakaan SMA Negeri 1 Semarang. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 2(2), 152–161.
Ramayulis. (2015). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta, Indonesia: Kalam Mulia.
Sanjaya, W. (n.d.). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta, Indonesia: Kencana.
Suprijono, A. (n.d.). Cooperative learning: Teori dan aplikasi PAIKEM. Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar.
Supriyadi, S. (2018). Penerapan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara dengan bahasa Inggris. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, 14(2), 131–138. https://doi.org/10.33658/jl.v14i2.115
Suryadi Mikael, Sunta, M., et al. (2025). Analisis kesenjangan dan strategi solusi dalam menghadapi krisis pendidikan di Indonesia. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10.
Suwahyu, I. (2025). Integrasi teori dan praktik dalam pendidikan agama Islam: Membangun akhlak dan kecerdasan spiritual. JUPITER: Jurnal Pendidikan Terapan, 3(2). https://doi.org/10.61255/jupiter.v3i2.634
Syarifudin, A. (2025). Menganalisis kurikulum dan pola pembelajaran PAI di sekolah dasar kelas tinggi. SUKMA: Jurnal Pendidikan, 9(2). https://doi.org/10.32533/09204.2025
Tafsir, A. (2013). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. R. (2002). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogik transformatif untuk Indonesia. Jakarta, Indonesia: Grasindo.
Uhbiyati, N. (2013). Dasar-dasar ilmu pendidikan Islam. Semarang, Indonesia: Pustaka Rizki Putra.
Ulfah, A. (2025). Pengembangan metodologi pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis teori konstruktivistik dan sosio-kultural. Tarbiyah Darussalam: Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan, 9(2). https://doi.org/10.58791/tadrs.v9i02.547
Vebrianto, R., Thahir, M., Putriani, Z., Mahartika, I., & Ilhami, A. (2020). Mixed methods research: Trends and issues in research methodology. 1(1), 63–73.
Yusuf, A. M. (2017). Metodologi penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan (4th ed.). Jakarta, Indonesia: Kencana.
Zalsabila, U. (2024). Peran guru PAI dalam mengatasi kesulitan belajar dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di MTs PINK 03. Permata: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(2). https://doi.org/10.47453/permata.v5i2.3056
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ririn Ristiani, Z. Zarkasih, Rian Vebrianto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



