Hadharat al-nas, hadharat al-‘ilm, dan hadharat al-falsafah harmonisasi manusia, ilmu, dan pemikiran

Penulis

  • Heriah Fitriani Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Eva Dewi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i6.23985

Kata Kunci:

Hadharat al-Nas, Hadharat al-‘Ilm, Hadharat al-Falsafah, Pendidikan Islam, Peradaban Islam

Abstrak

The concepts of Hadharat al-Nas, Hadharat al-'Ilm, and Hadharat al-Falsafah represent three fundamental pillars in the development of Islamic civilization, emphasizing the balance between humanity, knowledge, and philosophical thought. Hadharat al-Nas focuses on the formation of ethical, civilized individuals with strong social responsibility. Hadharat al-'Ilm highlights the importance of scientific and intellectual development as a means of understanding the universe and improving human life. Meanwhile, Hadharat al-Falsafah contributes to the cultivation of critical, reflective, and rational thinking in addressing various life challenges. This study employs a library research approach to examine the relationship and contribution of these three concepts to the advancement of Islamic education and civilization. The findings indicate that the integration of these dimensions can establish a holistic educational system that produces generations who excel intellectually while possessing strong moral character and critical thinking skills. Therefore, the synergy among these three hadharah serves as a crucial foundation for developing high-quality Islamic education that remains relevant to contemporary challenges.

Abstrak

Konsep hadharat al-nas, hadharat al-'ilm, dan hadharat al-falsafah merupakan tiga pilar penting dalam pengembangan peradaban Islam yang menekankan keseimbangan antara aspek kemanusiaan, keilmuan, dan pemikiran filosofis. Hadharat al-nas berfokus pada pembentukan manusia yang berakhlak, berkeadaban, dan memiliki tanggung jawab sosial. Hadharat al-'ilm menekankan pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk memahami alam semesta dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Sementara itu, hadharat al-falsafah berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan rasional dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan untuk mengkaji hubungan dan kontribusi ketiga konsep tersebut terhadap pembangunan pendidikan dan peradaban Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ketiganya dapat menciptakan sistem pendidikan yang holistik, menghasilkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter moral dan kemampuan berpikir kritis yang kuat. Oleh karena itu, sinergi antara ketiga hadharah tersebut menjadi landasan penting dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman.

Referensi

Abdullah, M. A. (2012). Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the Metaphysics of Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana.

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks: CA: Sage Publications.

Ernawat, Y., Syarifuddin Ondeng, Kasim Yahiji, & Solong, N. P. (2024). Integrasi Ilmu Dan Agama Menuju Pendidikan Agama Islam Multidisipliner. Educator : Directory of Elementary Education Journal, 5(1), 94–106.

Kartanegara, M. (2006). Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik. Bandung: Mizan.

Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (4th ed.). California: Sage Publications.

Langgulung, H. (2003). Asas-Asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.

Moleong, L. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Jakarta: Rosdakarya.

Mukarom, Z., Hermansyah, Y., Karim, M., Sudrajat, C. J., & Nasution, T. (2023). Pendekatan interdisipliner dalam pendidikan islam: menggabungkan ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai keislaman. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Humaniora, 8(2).

Mustaqimah, E., & Suyadi. (2023). Implementasi Paradigma Integrasi Keilmuan dalam Pendidikan Islam. Journal Of Islamic Education, 8(2).

Musyahid, Kumalasari, E., & Wathoni, K. (2025). Integrasi pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner dalam pendidikan islam. Jurnal Kajian Islam Modern, 12(2), 10–18.

Nata, A. (2017). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.

Nurrohmah, A., & Yumna, S. (2025). Implementasi Integrasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Implementation Of Integration Of Islamic Religious Education Based On Science In The Era Of Society 5 . 0. JICN : Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(2), 1258–1264.

Retnowati, E., Hatni, Amril, & Dewi, E. (2024). Mengintegrasikan Ilmu Modern dengan Nilai Keislaman: Pendekatan Interdisipliner dalam Pendidikan Islam. AL-USWAH: Jurnal Riset Dan Kajian Pendidikan Agama Islam, 7(2).

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Zed, M. (2018). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Diterbitkan

2026-09-12

Cara Mengutip

Fitriani, H., & Dewi, E. (2026). Hadharat al-nas, hadharat al-‘ilm, dan hadharat al-falsafah harmonisasi manusia, ilmu, dan pemikiran. Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(6), 273–284. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i6.23985

Terbitan

Bagian

Articles