Metode Pembelajaran Kepemimpinan Rasulullah SAW Kepada Para Sahabat dalam Kitab Sunan Ibn Majah

Authors

  • Sayid Qutub Rumah Al-Qur’an El Fawaz Jakarta
  • Didin Hafidhuddin Institut Pertanian Bogor
  • Endin Mujahidin Universitas Ibn Khaldun Bogor

DOI:

https://doi.org/10.32832/tadibuna.v5i1.582

Abstract

The Government of the Republic of Indonesia and experts have provided leadership requirements are very strict agency also has a good learning method, a lot of achievements have earned, but why are there still negative cases in this country? The problem under study is about leadership learning methods are to be used Rasulullah SAW to the companions in the book Sunan Ibn Majah, and how to implement the teaching methods in educational leadership at the institution? The learning method is the means used to implement a plan that has been prepared in the form of real and practical activities to achieve the learning objectives. Leadership is the behavior of an individual who leads the activities of a group to a common goal to be achieved (shared goal). Companions are receiving direct hadith from the Prophet Muhammad SAW both subjects and nature answers to the problems faced. This study uses literature review are sourced from the literature. Researchers collected data based on that described for the qualitative analysis. This study addressed the issue of leadership learning methods that take hadith as its foundation. While to analyze the problem, researchers classified the hadith based on the theory of learning methods and leadership to further analyze the classification results and relate it to the subject. Through this study found that the leadership of the Prophet Muhammad learning methods.The most widely used Prophet S.A.W. is exemplary method, lecture and question and answer method. Prophet S.A.W. also use a unifying method, method the direction giver, liability method, the method of advice, wills method, the method fun, istikharah methods, and methods of Tahajjud, as well as commonly used method is the method of the story, the assignment method, the method of teaching leadership in educating fellow companions. This study obtained data that the term leadership (Imamate term) the most widely applied is obedient to the priest. Then the value of leadership exercised by the Prophet Muhammad the companions of the most widely applied is exemplary. The researcher recommends that the leadership institute master three methods above, the exemplary method, a lecture and subsequent question and answer method of applying the values of exemplary leadership, piety to Allah SWT, and noble character in leadership at the institution.

Keywords: leadership, learning method, sahabah, Sunan Ibnu Majah

References

Adi Sasono. Solusi Islam Atas Problematika Ummat: ekonomi, pendidikkan, dan dakwah, Jakarta: Gema Insani Press, 1998, hlm. 87.

Madrasah pertama sekali didirikan adalah Madrasah al-Nizhamiyah pada tahun 459 H. oleh seorang menteri Saljuk yang bernama Nizham al-Mulk. Lihat: Ahmad Syalabi, Târikh al-Tarbiyah al-Islamiyah, Cetakan kedua, Cairo: Maktabah al-Nahdlah al-Mishriyah, 1978, hlm. 43.

Ahmad Syalabi, Târikh al-Tarbiyah al-Islamiyah, Cetakan kedua, Cairo: Maktabah al-Nadhlah al-Misriyah, 1978, hlm. 43.

Metode al-kuttâb adalah jenjang pendidikan pertama yang harus ditempuh oleh anak-anak Islam. Jaudah Muhammad Awwad, Mendidik Anak Secara Islam, Cetakan kedua, Jakarta: Gema Insani Press, 2005, hlm. 24.

‘Abd al-Rahman bin Khaldun, al-Ta’rif bi Ibn Khaldun wa Rihlatuhu Gharban wa Syarqan, Bairut: Dâr al-kitâb al-lubhani, 1979, hlm. 104-105.

Didin Hafidhuddin. Dakwah Aktual, Jakarta: Gema Insani Press, 1998, hlm. 83.

Jahiliah adalah keadaan bangsa Arab yang hidup pada masa sebelum diutusnya Nabi Muhammad S.A.W. Moenawar Chalil. Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, Volume 1, Jakarta: Gema Insani Press. 2001, hlm. 114.

Hadits Ibn Majah No.225

Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama. 2005, hlm 103.

Ibid., hlm 105.

Ismail S.M. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, Semarang: RASAIL Media Group bekerja sama dengan LSIS [Lembaga Studi Islam dan Sosial], 2008, hlm. 8.

M. Alawi al-Maliki, Prinsip-Prinsip Pendidikan Rasulullah S.A.W., Jakarta: Gema Insani Press, 2002, hlm. 47-49.

Menurut Bobbi Deporter, Quantum Learning merupakan bagian dari cara belajar, namun mencakup aspek-aspek penting dari neuro linguistic programming (NLP). Neuro adalah saraf otak, linguistic adalah cara berbahasa, baik verbal maupun non verbal, yang dapat mempengaruhi sistem pikiran, perasaan, dan perilaku. Amir Faisal, Menyiapkan Anak Menjadi Juara, Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2008, hlm. 95-96.

Salhah Abdullah, Kecerdasan Pelbagai Aplikasi dalam Pengajaran dan Pembelajaran, Kuala lumpur: PTS Publication, 2009, hlm. 3-4.

Salhah Abdullah, Kecerdasan Pelbagai Aplikasi dalam Pengajaran dan Pembelajaran, Kuala lumpur: PTS Publication, 2009, hlm. 6.

Salhah Abdullah, Kecerdasan Pelbagai Aplikasi dalam Pengajaran dan Pembelajaran, Kuala lumpur: PTS Publication, 2009, hlm. 6-7.

QS.al-Baqarah:30

Shoni Ramatullah Amrozi, The Power of Rasulullah’s Leadership, hlm.169-186.

Dalam Islam seorang pemimpin dan yang dipimpin harus mempunyai keberanian untuk menegakkan kebenaran yang dilaksanakan melalui pelaksanaan prinsip kepemimpinan, yaitu melaksanakan kewajiban kepemimpinannya dengan penuh tanggung jawab seorang pemimpin dan melaksanakan hak berpartisipasi bagi yang dipimpin. Jusuf Amir Feisal. Reorientasi Pendidikan Islam, Jakarta: Gema Insani Press, 1995, hlm. 285.

Badan Standar Nasional Pendidikan, Standar Kepala Sekolah/Madrash, [online], http://litbang.kemdikbud.go.id/sekretariat/content/Permen%20No_%2013%20Tentang%20Standar%20Kepala%20Sekolah.pdf Html 03 Januari 2013.

Unpad, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, [online], http://www.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012/10/UU20-2003-Sisdiknas.pdf Html 02 Januari 2013.

Itb, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen,[online],http://sa.itb.ac.id/Ketentuan%20Lain/UUNo142005%28Guru%20&%20Dosen%29.pdf Html 02 Januari 2013.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008, Bab III Persyaratan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dan Tata Cara Penentuan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, [online], http://www.mahkamahagung.go.id/images/pdp/uu_42_2008.pdf html 12 Januari 2013

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004, Tentang Pemerintahan Daerah, [online],http://www.kpu.go.id/dmdocuments/UU_32_2004_Pemerintahan%20Daerah.pdf html 12 Januari 2013.

Sudarwan Denim. Visi Baru Manajemen Sekolah dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik, Jakarta: Bumi Aksara, 2006, hlm. 205-209. Lihat juga Hadari Nawawi. Administrasi Pendidikan, Jakarta: CV Haji Masagung, 1998, hlm. 81.

Rianto Adi, Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, Jakarta: Granit, 2005, hlm. 1. Lihat juga W. Gulo, Metodologi Penelitian, Jakarta: Grasindo, 2000, hlm. 24-30. Riza Buana Ismail, Metode Penelitian Kualitatif, Medan: USU Press, 2009, hlm. 58.

Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998, hlm. 321.

Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat pemabahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Analisis ini biasanya digunakan pada penelitian kualitatif. Analisis isi secara umum diartikan sebagai metode yang meliputi semua analisis mengenai teks, tetapi di sisi lain analisis isi juga digunakan untuk mendeskripsikan pendekatan analisis yang khusus. Metode analisis ini adalah suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi berbagai suatu pesan secara objektif, sistematis, dan generalis.Cokroaminoto, Analisis isi (content analysis) dalam penelitian kualitatif, [online], http://www.menulisproposalpenelitian.com/2011/01/analisis-isi-content-analysis-dalam. html html 15 Januari 2013.

Hadits sunan Ibn Majah no. 223

Artinya:Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Hatim bin Isma'il dari Humaid bin Shakhr dari Al Maqburi dari Abu Hurairah ia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mendatangi masjidku ini, ia tidak datang kecuali karena sesuatu yang ia pelajari atau ia ajarkan, maka ia seperti seorang mujahid fi sabillilah. Dan barangsiapa mendatanginya untuk selain itu, maka ia seperti seseorang yang melihat barang milik orang lain." (HR. Ibn Majah, Shahih).

Hadits sunan Ibn Majah no.1010

Artinya:Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hakim berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Dawud berkata, telah menceritakan kepada kami Asy'ats bin Sa'id Abu Rabi' As Samman dari Ashim bin Ubaidullah dari Abdullah bin Amir bin Rabi'ah dari Bapaknya ia berkata, "Kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam perjalanan, sementara langit mendung dan menyulitkan kami untuk mengetahui arah kiblat. Ketika matahari terbit, kami mengetahui bahwa kami telah salah shalat bukan menghadap kiblat. Kemudian hal itu kami ceritakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka Allah pun menurunkan ayat:"(Kemana saja kalian menghadap, maka di situlah wajah Allah). " (HR. Ibn Majah, Hasan).

Hadits sunan Ibn Majah no. 2670

Artinya:Telah menceritakan kepada kami Raja`bin Muraja` As Samarqandi, telah menceritakan kepada kami Nadlar bin Syumail, telah menceritakan kepada kami Abu Hamzah Ash Shairafi, telah menceritakan kepadaku Amru bin Syu'aib dari Ayahnya dari Kakeknya berkata; "Seorang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sambil berteriak, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya, "Ada apa denganmu?" Ia menjawab, "Tuanku telah melihatku mencium hamba sahaya perempuannya, maka ia memotong kemaluanku." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Datangkanlah padaku tuanmu itu!." Lalu dicarinya, tetapi ia tidak kuasa untuk membawanya, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pergilah, kamu telah bebas." Ia bertanya; "Siapakah yang akan menolongku, wahai Rasulullah?" Ia berkata; "Bagaimana jika ia mencariku dan mengembalikanku padanya?"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Yang bertanggung jawab kepadamu adalah setiap orang mukmin atau muslim." (HR. Ibn Majah, Hasan).

Hadits Sunan Ibn Majah no. 974

Artinya:Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair berkata, telah menceritakan kepada kami Bapakku berkata, telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Qais dari Abu Mas'ud ia berkata, "Seorang laki-laki menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, aku berlambat-lambat menghadiri shalat subuh karena si Fulan panjang dalam bacaannya, " Abu Mas'ud berkata, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi nasihat dengan kemarahan sebagaimana hari itu, beliau bersabda: "Wahai manusia sekalian, sesungguhnya di antara kalian ada orang-orang yang menjadikan manusia lari! Siapa saja dari kalian shalat bersama orang banyak hendaklah memperingan shalatnya, sebab di antara mereka ada orang lemah, orang tua dan orang yang mempunyai keperluan. (HR. Ibn Majah, Shahih).

Hadits sunan Ibn Majah no. 1384

Artinya:Telah menceritakan kepada kami 'Abdah bin Abdullah Al Khuza'i dan Ahmad bin Yusuf As Sulami keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari Bakkar bin Abdul Aziz bin Abdullah bin Abu Bakrah dari Bapaknya dari Abu Bakrah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila didatangi oleh urusan yang menyenangkan atau diberi kabar gembira, beliau tersungkur sujud sebagai tanda syukur kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala. " (HR. Ibn Majah, Shahih).

Hadits Sunan Ibn Majah no. 75

Artinya:Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Waki'. Dan menurut jalur yang lain; Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dan Waki' dari Al A'masy dari Sa'd bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Ali bin Abu Thalib ia berkata: "Kami pernah duduk-duduk di samping Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sementara di tangannya ada kayu gaharu. Beliau melemparkannya ke tanah kemudian mengangkat kepalanya seraya bersabda: " Setiap kalian telah ditetapkan tempat duduknya di surga dan tempat duduknya di neraka." Beliau ditanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana jika kita pasrah saja?" beliau menjawab: "Jangan, tetaplah berbuat dan jangan menyerah. Setiap orang akan dipermudah sesuai dengan apa yang diciptakan untuknya." Kemudian beliau membaca: "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya (jalan) yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar." (HR. Ibn Majah, Shahih).

Badan Standar Nasional Pendidikan, Standar Kepala Lembaga/Madrash, [online], http://litbang.kemdikbud.go.id/sekretariat/content/Permen%20No_%2013%20Tentang%20Standar%20Kepala%20Lembaga.pdf Html Januari 2013.

itb, Undang-undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, [online], http://sa.itb.ac.id/Ketentuan%20Lain/UUNo142005%28Guru%20&%20Dosen%29.pdf Html 02 Januari 2013

.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008, Bab III Persyaratan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dan Tata Cara Penentuan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, [online], http://www.mahkamahagung.go.id/images/pdp/uu_42_2008.pdf html 12 Januari 2013

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004, Tentang Pemerintahan Daerah, [online],http://www.kpu.go.id/dmdocuments/UU_32_2004_Pemerintahan%20Daerah.pdf html 12 Januari 2013.

Sudarwan Denim. Visi Baru Manajemen Lembaga dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik, Jakarta: Bumi Aksara, 2006, hlm. 205-209. Lihta juga Hadari Nawawi. Administrasi Pendidikan, Jakarta: CV Haji Masagung, 1998, hlm. 81.

QS.al-‘Asr:3: Artinya:Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran

Damanhuri, A., Mujahidin, E., Hafidhuddin, D., 2013. Inovasi Pengelolaan Pesantren dalam Menghadapi Persaingan di Era Globalisasi. Jurnal Ta’dibuna: 2(1): 17-37

Darwis, Mujahidin, E., Ibdalsyah. 2013. Pemahaman Pekerja Muslimah Terhadap Fiqih Thaharah dan Shalat dalam Madzhab Syafi’i. Jurnal Ta’dibuna: 2(2): 49-63

Ibrahim, Mujahidin, E., Saefuddin, D., 2014. Analisis Komunikasi Pembelajaran di Lembaga Pendidikan Islam (Studi Kasus di MAN Kabupaten Karawang). Jurnal Ta’dibuna: 3(2): 38-56

Maududi, A.A., Mujahidin, E., Hafidhuddin, D. 2014. Metode Tahfizh Al?Qur’an Bagi Pelajar dan Mahasiswa. Jurnal Ta’dibuna: 3(1): 1-15

Mujahidin, E. 2005. Pesantren Kilat: Alternatif Pendidikan Agama Di Luar Sekolah. Jakarta: Pustaka al-Kautsar

Suhadi, E., Mujahidin, E., Bahrudin, E., Tafsir, A.. 2014. Pengembangan Motivasi dan Kompetensi Guru dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Madrasah. Jurnal Ta’dibuna: 3(1): 42-60

Surahman, E., Husaini,A., Mujahidin, E., Saefudin,D., 2014. Pengembangan Materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tingkat Sekolah Menengah Atas dalam Perspektif Islamisasi Ilmu dan Pembinaan Akhlak Mulia. Jurnal Ta’dibuna: 3(2): 31-37

Pawitasari, E., Mujahidin, E., Fattah, N., 2015. Pendidikan Karakter Bangsa dalam Perspektif Islam (Studi Kritis Terhadap Konsep Pendidikan Karakter Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan). Jurnal Ta’dibuna: 4(1): 1-20

Soleha, Husaini, A., Mujahidin, E., Saefuddin,D.. 2015. Implementasi Pengembangan Karakter Keagamaan dan Potensi Kecerdasan Anak Usia Dini (Studi Kasus di PAUD Ceria dan Tamasha Valaq Pangkalpinang). Jurnal Ta’dibuna: 4(2): 74-105

Mansur, A.H., Husaini, A., Mujahidin, E., Tafsir, A., 2016. Model Pengajaran Karakter Kejujuran Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Studi Inovasi Pembelaran di Pondok Pesantren al-Azhaar Lubuklinggau). Jurnal Ta’dibuna: 5 (1): 1-24

Downloads

Published

2016-09-08

How to Cite

Qutub, S., Hafidhuddin, D., & Mujahidin, E. (2016). Metode Pembelajaran Kepemimpinan Rasulullah SAW Kepada Para Sahabat dalam Kitab Sunan Ibn Majah. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 25–59. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v5i1.582

Issue

Section

Artikel