Adab peserta didik menurut Abdullah Al Haddad

Authors

  • Bagus Wiguna Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Junaidi Arsyad Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Azizah Hanum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.32832/tawazun.v17i1.15629

Keywords:

Adab, Peserta didik, Abdullah Al-Hadad

Abstract

This research aims to see Abdullah al-Haddad's role in education and his thoughts about student etiquette. This research uses qualitative methods with a library research approach. The data analysis process is carried out by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of the research show that from Al-Haddad's perspective, students must have potential in terms of religious spirituality which is in line with Al-Haddad, that education is a way of seeking knowledge given by Allah SWT, knowledge is achieved by increasing devotion to Allah SWT and imitating the Prophet Muhammad in morals in the surrounding environment. Students' manners must also adapt to the Islamic education curriculum which consists of religious basics, philosophical basics, psychological basics and social basics. The educational methods according to Al-Haddad are Targhib (motivation), Tarim (forbid), Tahrij (distance yourself), and Uswah (exemplary). According to Al-Haddad, students must have good manners, good qualities and have good manners towards their teachers.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran Abdullah al-Haddad di dalam pendidikan dan pemikirannya tentang adab peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Proses analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif Al-Haddad peserta didik harus memiliki potensi dalam segi spiritual keagamaan yang sejalan dengan Al-Haddad, bahwa pendidikan sebagai jalan menuntut ilmu yang diberikan Allah Swt., ilmu dicapai dengan semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dan meneladani Rasulullah SAW dalam hal akhlak di lingkungan sekitar. Adab peserta didik juga harus menyesuaikan dengan kurikulum pendidikan Islam yang terdiri dari dasar agama, dasar falsafah, dasar psikologi dan dasar sosial. Adapun metode pendidikan menurut Al-Haddad yaitu Targhib (motivasi), Tarim (melarang), Tahrij (menjauhkan diri), dan Uswah (keteladanan). Peserta didik menurut Al-Haddad haruslah memiliki adab yang baik, sifat-sifat yang baik dan mempunyai adab kepada gurunya

References

Al-Haddad, A. b. (2021). Etika Sufi Risalah Adab Sulukil Murid. Edited by Bachruddin Achmad. Bekasi: Pustaka al-Muqsith.

Aly, H. N., Abdullah, S., Chamami, M. R., Fihris, Yahiji, K., Supiah, Damopolii, M., Ainiyah, N., & Ritonga, A. R. (2023). Reviewing the Colonial Period Islamic Education System in Indonesia: What is Still Relevant to Continue. Journal of Namibian Studies, 33, 671–687. https://doi.org/10.59670/jns.v33i.531

Al Haddad, A. (1992). Risalah Adab As Suluk Al Murid. Beirut: Dar Al Hawi.

An-Nahlawi, A. (1995). Pendidikan Islam di Rumah Sekolah dan Masyakat. Jakarta: Gema Insani.

Asnawan, U. d. (2017). Kapita Selekta Pendidikan Islam: Isu-isu Kontemporer Pendidikan Islam dalam Bingkai Ke Indonesiaan. Jakarta: Kencana.

Azra, A. (2014). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Prenada Media.

Bani, S. (2011). Pendidikan Karakter Menurut Al-Ghazali (Vol. I). Makassar: Alauddin University Press.

Creswell, Jhon. (2010). Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif Dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dalimunthe, M.A., Pallathadka, H., Muda, I., Manoharmayum, D,D., Shah, A,H., Prodanova, N,A., Mamarajabov, M, E., & Singer, N. (2023). Challenges of Islamic Education in the New Era of Information and Communication Technologies. HTS Theological Studies. 79(1), 1-6. [Available Online at https://doi.org/10.4102/hts.v79i1.8608

Firmansyah, T. (2022, Maret 24). Guru Dikeroyok Siswa, Polisi Tetap Tiga Orang Tersangka. Dipetik Juni 13, 2022, dari https://www.republika.co.id/berita/r99arj377/guru-dikeroyok-siswa-polisi-tetap-tiga-orang-tersangka

Harahap, S. (2014). Metodologi Studi Pustaka & Penulisan Biografi, Jakarta: Prenanda.

Hermawan, A. (2014). Konsep Belajar Dan Pembelajaran Menurut Al-Ghazali. Jurnal Qathruna,1(1), 84-98.

Indainanto, Y.I., Dalimunthe, M.A., Sazali, H., Rubino., & Kholil, S. (2023). Islamic Communication in Voicing Religious Moderation as an Effort to Prevent Conflicts of Differences in Beliefs. Pharos Journal of Theology. Volume 104 Issue 4 - (2023). [Available Online at https://doi.org/10.46222/pharosjot.104.415 ]

Masruroh, N., & Umiarso. (2011). Modernisasi Pendidikan Islam Ala Azyumardi Azra (Vol. I). Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Marzuki. (2017). Pendidikan Karakter Islam (Vol. II). Jakarta: Amzah.

Miles, B. M., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif, Alih Bahasa: Tjejep Rohendi Rohidi . Jakarta: UI Press.

Muhammad, T. H. (2004). In Dinamika Kehidupan Religius. Jakarta: Listafariska.

Muhaimin, & Mujib, A. (1992). Pemikiran Pendidikan Islam, Kajian filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalnya. Bandung: Trigenda Karya.

Rama, B. (2011). Ilmu Pendidikan Islam (Vol. I). Makassar: Alauddin University Press.

Ramadhan, A. S. (2019). Adab Peserta Didik Menurut Imam al Ghazali dan Implementasinya di Madrasah Aliyah Negeri Pinrang. UIN Alauddin Makassar.

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Tilaar, H. A. (2002). Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Zainullah, A. M. (2014). Pendidikan Islam Transformatik Integratif. Junral Qathruna 1(1), 23-39.

Downloads

Published

2024-01-11

How to Cite

Wiguna, B., Arsyad, J., & Hanum, A. (2024). Adab peserta didik menurut Abdullah Al Haddad. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 17(1), 29–40. https://doi.org/10.32832/tawazun.v17i1.15629

Issue

Section

Artikel