Developing a teaching module for strengthening linguistic politeness in early childhood education

Authors

  • Desi Elita Universitas Ibn Khaldun Bogor

DOI:

https://doi.org/10.32832/tawazun.v19i1.21749

Keywords:

Linguistic Politeness, Teaching Module, Pantun, Early Childhood Education, Character Education

Abstract

Linguistic politeness among children today often fails to reflect moral values in communication and tends to deviate from the principle of qaulan karīman as emphasized in Islamic teachings. Therefore, strengthening linguistic politeness from an early age is essential. This study aims to develop a teaching module designed to strengthen linguistic politeness among early childhood learners through the integration of pantun, proverbs, and expressions. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research participants consisted of three school principals and six kindergarten teachers from three early childhood education institutions located in Bogor, Palembang, and Sekadau. Data was collected through interviews, needs analysis questionnaires, expert validation instruments, and practitioner evaluation sheets. The findings revealed that no existing teaching module specifically focuses on strengthening children's linguistic politeness through pantun, proverbs, and expressions. Therefore, a thematic teaching module was developed by integrating these linguistic forms as instructional media. The developed module obtained validation results from experts, including an Islamic Education expert (96%, highly feasible), a language expert (68%, feasible), and an Islamic psychology expert (92%, highly feasible). Practitioners also provided positive responses to the module. These results indicate that the developed teaching module is feasible and appropriate for use in early childhood education to strengthen linguistic politeness and support character development.

Abstrak

Kesopanan berbahasa di kalangan anak-anak saat ini seringkali tidak mencerminkan nilai-nilai moral dalam berkomunikasi dan cenderung menyimpang dari prinsip qaulan karīman sebagaimana ditekankan dalam ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kesopanan berbahasa di kalangan peserta didik usia dini melalui integrasi pantun, peribahasa, dan ungkapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Peserta penelitian terdiri dari tiga kepala sekolah dan enam guru taman kanak-kanak dari tiga lembaga pendidikan anak usia dini yang berlokasi di Bogor, Palembang, dan Sekadau. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner analisis kebutuhan, instrumen validasi ahli, dan lembar evaluasi praktisi. Temuan menunjukkan bahwa belum ada modul pengajaran yang secara khusus berfokus pada penguatan kesopanan linguistik anak-anak melalui pantun, peribahasa, dan ungkapan. Oleh karena itu, modul pengajaran tematik dikembangkan dengan mengintegrasikan bentuk-bentuk linguistik tersebut sebagai media pembelajaran. Modul yang dikembangkan memperoleh hasil validasi dari para ahli, termasuk seorang ahli Pendidikan Islam (96%, sangat layak), seorang ahli bahasa (68%, layak), dan seorang ahli psikologi Islam (92%, sangat layak). Para praktisi juga memberikan tanggapan positif terhadap modul tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa modul pengajaran yang dikembangkan layak dan sesuai untuk digunakan dalam pendidikan anak usia dini guna memperkuat kesopanan linguistik dan mendukung pengembangan karakter.

References

Al-Kattani, A. H. (n.d.). Al-Qur’an dan terjemahan.

Al-Qahthani, S. D. (2005). Menjadi dai yang sukses. Qisthi Press.

Arikunto, S. (2009). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Revised ed.). Jakarta: Bumi Aksara.

Branch, R. M., & Varank, İ. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. New York, NY: Springer.

Clancy, P. M. (2014). The acquisition of communicative style in Japanese. In B. Schieffelin & E. Ochs (Eds.), Language socialization across cultures (pp. 213–250). Cambridge: Cambridge University Press.

Firdayani, T. (2024). Pengembangan modul pembelajaran berbasis kebudayaan lokal di TK Sunkids Palembang. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(2), 221–228.

Heryanto, D., Murron, F. S., Rahmawati, E., Anasta, N. D. C., & Magistra, A. A. (2023). The development of thematic praxis module in children’s literature pantun learning based on nationalism character in elementary school. Widyagogik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 10(2a), 547–557.

Imamah, I., & Winarsih, Y. (2024). Pengembangan media ajar pantun Melayu untuk meningkatkan kosakata anak usia 5–6 tahun. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(12), 13919–13925. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i12.6560

Junaidi, J., et al. (2020). Kesantunan berbahasa di dalam pantun. Jurnal Bahasa dan Sastra, 1(1), 636–648.

Kemendikbud. (2024). Komponen modul ajar. Retrieved from

https://pusatinformasi.kolaborasi.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/5010555956377-Komponen-Modul-Ajar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2009). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

Kiting, R. (2020). Kesantunan berbahasa dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(1), 60–68.

Kiting, R., Sintian, M., & Fabian, F. B. (2022). Kesantunan berbahasa dalam puisi tradisional etnik Dusun. Jurnal Abdimas, 26(1), 71–77.

Kosasih, E. (2021). Pengembangan bahan ajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Leech, G. N. (1993). Principles of pragmatics. London: Longman.

Mirawati, M., Windarsih, C. A., & Nurunnisa, R. (2025). Penerapan pantun berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak usia dini. CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 8(1), 88–97.

Nisa, H. K., Uswati, T. S., & Itaristanti, I. (2020). Kesantunan berbahasa pada peribahasa Indonesia bermakna sindiran: Kajian pragmatik. Humanika, 27(1), 44–58.

Nisa, K. (2019). Penanaman nilai karakter melalui pembelajaran bahasa pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 45–52.

Norhidayati, I. (2013). Lambang dan kesantunan wanita Melayu dalam pantun (Doctoral dissertation). Universiti Putra Malaysia.

Prastowo, A. (2012). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Yogyakarta: Diva Press.

Purnamasari, A., & Salamah, S. (2024). Pemerolehan pragmatik pada anak usia dini. Yogyakarta: K-Media.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Retnaningsih, L. E., & Khairiyah, U. (2022). Kurikulum Merdeka pada pendidikan anak usia dini. SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 8(2), 143–158.

Room, R. (2013). Konsep kesantunan berbahasa dalam Islam. Jurnal Adabiyah, 13(2), 223–234.

Sarip, M., Amintarti, S., & Utami, N. H. (2022). Validitas dan keterbacaan media ajar e-booklet untuk siswa SMA/MA materi keanekaragaman hayati. JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 1(1), 43–59.

Sulistyaningrum, C. F., & Kastuhandani, F. C. (2024). Pengembangan modul ajar dasar literasi dengan pendekatan culturally responsive teaching. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 4, 1509–1552.

Wahab, H. A. (2012). Peribahasa cerminan budi bahasa dan budaya bangsa Melayu. Issues in Language Studies, 1(1).

Yoga, S. N. (2024). Pembelajaran pantun dan dampaknya dalam pembentukan karakter siswa. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 2(2), 194–200.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Elita, D. (2026). Developing a teaching module for strengthening linguistic politeness in early childhood education. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 19(1), 177–190. https://doi.org/10.32832/tawazun.v19i1.21749

Issue

Section

Artikel