Development of an Islamic guidance and counseling module based on ethical behavior values to prevent risky social behavior among students

Authors

  • Febrina Askolani Universitas Ibn Khaldun Bogor

DOI:

https://doi.org/10.32832/tawazun.v19i1.21977

Keywords:

Independent Association, Islamic Guidance and Counseling, Module Development, Ethical Behavior, Junior High School

Abstract

This study aims to analyze the need for developing an Islamic Guidance and Counseling Module based on ethical behavior values to prevent free association among junior high school students, to formulate the module design, and to examine its feasibility. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through needs assessment questionnaires distributed to guidance and counseling teachers, document analysis of existing modules, and expert validation sheets covering linguistic, counseling, Islamic education, and design aspects. The needs analysis revealed that 100% of teachers expressed the necessity of a module integrating Islamic ethical values, while 25% had not yet possessed similar instructional materials. The developed module comprises five thematic chapters addressing causes, impacts, and preventive strategies grounded in Islamic teachings. Feasibility testing yielded an average score of 88.9%, categorized as “Highly Feasible.” These findings indicate that the module is appropriate for use in Islamic guidance and counseling services to strengthen ethical awareness, reinforce religious character, and support preventive efforts among junior high school students.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan Modul Bimbingan dan Konseling Islam berdasarkan nilai-nilai perilaku etis guna mencegah pergaulan bebas di kalangan siswa sekolah menengah pertama, merumuskan desain modul, serta menguji kelayakannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan menerapkan model ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner penilaian kebutuhan yang dibagikan kepada guru bimbingan dan konseling, analisis dokumen modul yang sudah ada, serta lembar validasi ahli yang mencakup aspek linguistik, konseling, pendidikan Islam, dan desain. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 100% guru menyatakan perlunya modul yang mengintegrasikan nilai-nilai etika Islam, sementara 25% di antaranya belum memiliki bahan ajar serupa. Modul yang dikembangkan terdiri dari lima bab tematik yang membahas penyebab, dampak, dan strategi pencegahan yang didasarkan pada ajaran Islam. Uji kelayakan menghasilkan skor rata-rata 88,9%, dikategorikan sebagai “Sangat Layak.” Temuan ini menunjukkan bahwa modul ini sesuai untuk digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling Islam guna memperkuat kesadaran etika, memperkuat karakter keagamaan, dan mendukung upaya pencegahan di kalangan siswa sekolah menengah pertama.

References

Anwar, H. K., Martunis, M., & Fajriani. (2019). Analisis faktor-faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas pada remaja di Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan, 4(2), 9.

Dick, W., & Carey, L. (1978). The systematic design of instruction. Scott, Foresman and Company.

Fithriyana, R. (2019). Hubungan fungsi afektif keluarga dengan pergaulan bebas remaja di MTs Swasta Nurul Hasana Tenggayun. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(2), 72. https://doi.org/10.31004/edukatif.v1i2.8

Detik Health. (2013). BKKBN: Banyak saling raba, kualitas pacaran remaja memprihatinkan. Detik Health. Retrieved from https://health.detik.com/anak-dan-remaja/d-2406219/bkkbn-banyak-saling-raba-kualitas-pacaran-remaja-memprihatinkan

Husamah, H., Hudha, A. M., & Pantiwati, Y. (2018). Pendampingan guru SMPN 8 Kota Malang dalam mengembangkan perilaku etis siswa berbasis model pembelajaran OIDDE. International Journal of Community Service Learning, 2(2), 43. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v2i2.14185

Iswanto, H. (2018). Modul tema 10: Jagalah martabat dan jiwamu. Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kusmiati, M., Ramadani, F. N., Nadia, M., & Nursyam, R. (2022). Pendidikan kesehatan: Bahaya pergaulan bebas remaja. Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan (JPPK), 2(01), 1. https://doi.org/10.34305/jppk.v2i01.441

Lutfiana, A. N., Dewi, R. S., Indria, K., & Anggraeni, N. (2022). Modul pergaulan bebas dan edukasi pencegahan. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Mbayang, C. M. (2024). Pergaulan bebas di kalangan remaja. JLEB: Journal of Law, Education and Business, 2(1), 366. https://doi.org/10.57235/jleb.v2i1.1669

Mawah, S. R. R., Alim, A., & Wardi, A. H. A. K. (2021). Program bimbingan perilaku etis di pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 75.

Andriati, N., & Maulana, R. (2020). Pengembangan model layanan informasi tentang bahaya seks bebas pada siswa SMA Walisongo Pontianak. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 6(1), 62.

Paezal, M., Husen, M. S., & Haerani, B. (2020). Analisa tingkat pengetahuan dan sikap tentang pergaulan bebas pada remaja di SMA Nurul Falah Perina. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 1(3), 1.

Rahmawati, S. (2023). Program bimbingan konseling perilaku etis siswa SMP. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 5(4), 1143. https://doi.org/10.47476/reslaj.v5i4.2138

Riduwan. (2012). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta.

Satriah, L. (2021). Panduan bimbingan dan konseling pendidikan. Fokus Media.

Wendari, W. N., Badrujaman, A., & Sismiati, A. S. (2016). Profil permasalahan siswa sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kota Bogor. Insight: Jurnal Bimbingan Konseling, 5(1), 134–135. https://doi.org/10.21009/insight.051.19

Downloads

Published

2026-04-29

How to Cite

Askolani, F. (2026). Development of an Islamic guidance and counseling module based on ethical behavior values to prevent risky social behavior among students. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 19(1), 165–176. https://doi.org/10.32832/tawazun.v19i1.21977

Issue

Section

Artikel