Manajemen pendidikan ganda santri melalui kemitraan eksternal pesantren dengan sekolah menengah pertama formal

Authors

  • Amaliah Mu'milah Universitas Islam Malang
  • Abd Hamid Universitas Islam Malang

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i10.24581

Keywords:

pendidikan ganda, kemitraan kelembagaan, manajemen pendidikan Islam, pesantren

Abstract

Islamic boarding school institutions without formal educational unit licenses face unique challenges in holistically fulfilling their students' educational rights. This article examines the dynamics of dual education for santri at Yayasan Darul Qur'an Wal Lughoh Al Manshur, Pakis, Malang, which has established an external partnership with a formal junior high school due to the absence of an independent school establishment permit. The study aims to analyze institutional partnership patterns, coordination mechanisms, responsibility allocation, and the impact of dual education on students' learning experiences. A qualitative case study approach was employed, collecting data through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Informants were purposively selected, including pesantren supervisors, partner school principals, teachers, students, and parents. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model through data condensation, display, and conclusion drawing. Findings indicate that the partnership operates informally without binding cooperation agreements, resulting in sporadic coordination vulnerable to scheduling conflicts and value discontinuity. Students experience significant dual burdens in terms of time and academic demands, yet simultaneously develop resilience, cross-educational-culture adaptability, and a strong Islamic identity. This article asserts the urgency of formalizing partnerships through structured cooperation agreements and integrative curricula centered on students' needs. These findings contribute to Islamic education management scholarship, particularly regarding externally partnered dual education models that have received limited attention in existing literature.

Abstrak

Lembaga pesantren yang belum memiliki izin satuan pendidikan formal menghadapi tantangan tersendiri dalam memenuhi hak pendidikan santri secara holistik. Artikel ini mengkaji dinamika pendidikan ganda santri di Yayasan Darul Qur’an Wal Lughoh Al Manshur, Pakis, Malang, yang menjalin kemitraan eksternal dengan sebuah sekolah menengah pertama formal karena belum memiliki izin pendirian sekolah secara mandiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola kemitraan kelembagaan, mekanisme koordinasi, pembagian tanggung jawab, serta dampak pendidikan ganda terhadap pengalaman belajar santri. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Informan dipilih secara purposif, meliputi pengelola pesantren, kepala sekolah mitra, guru, santri, dan orang tua. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemitraan berlangsung secara informal tanpa perjanjian kerja sama yang mengikat, sehingga koordinasi bersifat sporadis dan rentan terhadap benturan jadwal serta ketidakselarasan nilai pendidikan. Santri mengalami beban ganda yang signifikan dalam aspek waktu dan tuntutan akademik, namun pada saat yang sama mengembangkan ketahanan diri, kemampuan beradaptasi lintas budaya pendidikan, dan identitas keislaman yang kuat. Artikel ini menegaskan urgensi formalisasi kemitraan melalui perjanjian kerja sama yang terstruktur dan kurikulum integratif yang berpusat pada kebutuhan santri. Temuan ini berkontribusi pada kajian manajemen pendidikan Islam, khususnya mengenai model pendidikan ganda berbasis kemitraan eksternal yang masih relatif jarang mendapat perhatian dalam literatur yang ada.

References

Al-Qoroni, M. U., & Romli, M. (2026). Internalisasi Nilai-nilai Kedisiplinan dalam Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Al-Ashriyyah Parung Bogor. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Islam, 1(1), 39–53. https://doi.org/10.62448/jppai.v1i1.470

Brinkerhoff, J. M. (2002). Assessing and improving partnership relationships and outcomes: a proposed framework. Evaluation and Program Planning, 25(3), 215–231. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0149-7189(02)00017-4

Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. LP3ES.

Gunawan, L. E., & Citriadin, Y. (2025). Strategi Manajemen Mutu Pembelajaran dalam Mengembangkan Kompetensi Tata Boga di SMK IT NW Pujut. Jurnal Madinasika Manajemen Pendidikan Dan Keguruan, 7(1), 69–77. https://doi.org/10.31949/madinasika.v7i1.15529

Harahap, R. A., Halim, M., Almadani, A., & ... (2025). Islam Nusantara dan Pendidikan Agama: Studi Peran Pondok Pesantren dalam Pembentukan Karakter Generasi. Reflection: Islamic …. https://ejournal.aripafi.or.id/index.php/Reflection/article/view/657

Huda, N., & Mahfud. (2024). Inovasi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum. Ta’dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 12(2), 1–23. https://doi.org/10.61088/tadibi.v12i2.721

Ihsannuddin, K., & Zakariyah, Z. (2025). Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Aliyah Negeri 5 Jakarta Utara. Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 11(1), 54–69. https://doi.org/10.26594/dirasat.v11i1.5609

Maggio, R. (2017). Pierre bourdieu’s: Outline of a theory of practice. In Pierre Bourdieu S Outline of A Theory of Practice (1st ed.). Macat Library. https://doi.org/10.4324/9781912284764

Mahanani, A. O., & Sulistyorini, S. (2023). Manajemen Kurikulum Terpadu; Studi tentang Penerapan Model Kurikulum Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MA Al-Rosyid Bojonegoro. Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 165–179. https://doi.org/10.32478/evaluasi.v7i2.1529

Miles, M. B., Huberman, M. A., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook (Third Edit). SAGE Publications, Inc.

Munawir, M., Wardana, W., & Aminullah, A. (2025). Pendidikan Islam Dan Transformasi Sosial Budaya. Indonesian Research Journal on Education, 5(5). https://doi.org/10.31004/irje.v5i5.3382

Nasikhin, M. M., & Fajri, A. (2024). ‪Transformasi Manajemen Kurikulum Pesantren Menuju Standar Pendidikan Nasional. ‬

Paramansyah, A., & Aziz, H. A. (2025). Pandangan K.H. Hasyim Asy’ari terhadap Pendidikan Akhlak dan Relevansinya di Era Digital dalam Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim. Jurnal Dirosah Islamiyah, 7(1), 51–67. https://doi.org/10.47467/jdi.v7i1.5864

Ratodi, M., Zubaidah, T., Legawati, L., & Natalina, R. (2025). Mental Health Resilience Among Santri: A Salutogenic Perspective on Psychological Well-Being in Pesantren Muhamad. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 13(SI2), 101–107. https://doi.org/10.20473/jpk.v13.isi2.2025.101-107

Rupert, P. A., & Holmes, D. L. (1997). Dual Relationships in Higher Education: Professional and Institutional Guidelines. The Journal of Higher Education, 68(6), 660. https://doi.org/10.2307/2959967

Wahyuni, A. D., & Aziz, A. (2026). Manajemen Pendidikan Diniyah Formal: Integrasi Nilai Pesantren dan prinsip Manajemen Modern. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(1), 3353–3362.

Wan Daud, W. M. N. bin W. (2020). Islamization of contemporary knowledge and the role of the university in the context of de-Westernization and decolonization. UTM Press.

Yin, R. K. (2017). Case Study Research and Applications: Design and Methods. SAGE Publications.

Downloads

Published

2026-11-03

How to Cite

Mu’milah, A., & Hamid , A. (2026). Manajemen pendidikan ganda santri melalui kemitraan eksternal pesantren dengan sekolah menengah pertama formal . Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(10), 189–203. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i10.24581

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.