Pengaruh model pembelajaran dramatic learning dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi belajar peserta didik di Madrasah Tsanawiyah

Penulis

  • Jannati Aliyah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Mardiah Astuti Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Maryamah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i9.24425

Kata Kunci:

aqidah akhlak, dramatic learning, kemampuan kolaborasi, kompetensi abad ke-21, pembelajaran aktif

Abstrak

This study aims to examine the effect of the Dramatic learning model on the collaborative learning skills of eighth-grade students in the Aqidah Akhlak subject at MTs Al-Hikmah Palembang. The study employed a quantitative approach using a True Experimental Design with a Posttest-Only Control Design. The research sample consisted of 40 students, divided into an experimental class and a control class, with 20 students in each group. Data were collected using a collaborative learning skills questionnaire and analyzed through descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, and an independent sample t-test. The findings revealed that students taught using the Dramatic learning model achieved a higher mean score (86.70) than those in the conventional learning group (68.55). The hypothesis test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the Dramatic learning model had a statistically significant effect on students' collaborative learning skills. The implementation of this model encouraged students to communicate effectively, work cooperatively, share responsibilities, respect different opinions, and solve problems collaboratively throughout the learning process. Therefore, the Dramatic learning model can be considered an effective instructional strategy for enhancing collaborative learning skills while supporting the development of 21st-century competencies in Aqidah Akhlak learning.

Abstrak

Kemampuan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun, proses pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Al-Hikmah Palembang masih didominasi model konvensional sehingga kemampuan kolaborasi peserta didik belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Dramatic learning terhadap kemampuan kolaborasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas VIII di MTs Al-Hikmah Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain True Experimental Design bentuk Posttest-Only Control Design. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan menggunakan model Dramatic learning dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kemampuan kolaborasi yang kemudian dianalisis menggunakan statistik inferensial untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Dramatic learning memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan kolaborasi belajar peserta didik. Model ini mampu meningkatkan kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, penghargaan terhadap pendapat orang lain, penyelesaian konflik, serta pengambilan keputusan bersama. Dengan demikian, model pembelajaran Dramatic learning efektif diterapkan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi peserta didik pada mata pelajaran Aqidah Akhlak.

Referensi

Cahyani, E. I., Wulandari, P., & Munawir, M. (2023). Implementasi metode role playing dalam pembelajaran akidah akhlak. Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 15(2), 239–250. https://doi.org/10.47435/al-qalam.v15i2.2330

Dewi, N. A., & Oktapiani, W. (2024). Sociocultural theory implications and applications in modern pedagogy. Allemania, 14(1), 47–56. https://doi.org/10.17509/alm.v14i1.71603

Eddy, S. L., Freeman, S., McDonough, M., Smith, M. K., Okoroafor, N., Jordt, H., & Wenderoth, M. P. (2014). Active learning increases student performance in science, engineering, and mathematics. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 111(23), 8410–8415. https://doi.org/10.1073/pnas.1319030111

Ghavifekr, S. (2020). Collaborative learning: A key to enhance students’ social interaction. Malaysian Online Journal of Educational Sciences, 8, 9–21.

Graesser, A. C., Fiore, S. M., Andrews-Todd, J., Foltz, P. W., & Hesse, F. W. (2018). Advancing the science of collaborative problem solving. Psychological Science in the Public Interest, 19(2), 59–92. https://doi.org/10.1177/1529100618808244

Kaffa, Z., & Miaz, Y. (2022). Pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis role playing pada pembelajaran tematik terpadu di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(5), 8228–8238. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3344

Morris, T. H. (2020). Experiential learning: A systematic review and revision of Kolb’s model. Interactive Learning Environments, 28(8), 1064–1077. https://doi.org/10.1080/10494820.2019.1570279

Najamudin, N., Hidayat, S., & Azizah, M. (2024). Design of aqidah learning system collaborative learning based morals to improve students’ social skills. International Journal of Islamic Educational Research, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.61132/ijier.v1i1.148

Nisa, A. F., & Jasiah. (2025). Sosiodrama sebagai metode alternatif dalam meningkatkan partisipasi siswa pada pembelajaran PAI. Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam, 2(2), 54–65.

Sugiyono. (2015). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung, Indonesia: Alfabeta.

Thornhill-Miller, B., Camarda, A., Mercier, M., Burkhardt, J. M., Morisseau, T., Bourgeois-Bougrine, S., . . . Lubart, T. (2023). Creativity, critical thinking, communication, and collaboration: Assessment, certification, and promotion of 21st century skills for the future of work and education. Journal of Intelligence, 11(3), Article 54. https://doi.org/10.3390/jintelligence11030054

Ulhusna, M., Putri, S. D., & Zakirman, Z. (2020). Permainan ludo untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran matematika. International Journal of Elementary Education, 4(2), 130-137.

Voogt, J., & Roblin, N. P. (2012). A comparative analysis of international frameworks for 21st century competences: Implications for national curriculum policies. Journal of Curriculum Studies, 44(3), 299–321. https://doi.org/10.1080/00220272.2012.668938

Zubaidah, S. (2019, September). STEAM (science, technology, engineering, arts, and mathematics): Pembelajaran untuk memberdayakan keterampilan abad ke-21. In Seminar Nasional Matematika Dan Sains, September (pp. 1-18).

Diterbitkan

2026-10-18

Cara Mengutip

Aliyah, J., Astuti, M., & Maryamah. (2026). Pengaruh model pembelajaran dramatic learning dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi belajar peserta didik di Madrasah Tsanawiyah . Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(9), 110–124. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i9.24425

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.