Determinants of fikih comprehension in students: The intensity of kitab kuning recitation in an Islamic boarding school
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i10.24638Kata Kunci:
determinan, pemahaman fikih, kitab kuning, pesantren, santriAbstrak
Students' fikih comprehension that is still at the threshold of the Minimum Completeness Criteria (KKM) is a crucial issue in Islamic boarding schools because it is directly related to religious competence. This study aims to analyze the determinants of fikih comprehension in students viewed from the intensity of Kitab kuning recitation in an Islamic boarding school. This quantitative research with a survey method used a total sampling technique on 49 students as respondents. Data were collected through questionnaires and fikih comprehension tests, then analyzed using multiple linear regression. The results showed that the intensity of Kitab kuning recitation had a positive and significant effect on students' fikih comprehension with a coefficient of 0.0738 and a Sig. value of 0.000 p < 0.05. Simultaneously, all independent variables contributed 36,75% R² = 0.3675 to fikih comprehension, while the remaining 63,25% was influenced by other factors outside the model. It is concluded that the higher the intensity of students' Kitab kuning recitation, the greater their fikih comprehension, thus Islamic boarding schools need to optimize the Kitab kuning learning system to produce students who are competent in the field of fikih.
Abstrak
Pemahaman fikih santri yang masih diambang batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) menjadi persoalan krusial di pesantren karena berkaitan langsung dengan kompetensi keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan pemahaman fikih pada santri ditinjau dari intensitas mengaji Kitab kuning di salah satu pesantren. Penelitian kuantitatif dengan metode survei ini menggunakan teknik sampling jenuh terhadap 49 santri sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket dan tes pemahaman fikih, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas mengaji Kitab kuning berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemahaman fikih santri dengan koefisien 0,0738 dan nilai Sig. 0,000 p < 0,05. Secara simultan, seluruh variabel bebas berkontribusi sebesar 36,75% R² = 0,3675 terhadap pemahaman fikih, sedangkan 63,25% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Disimpulkan bahwa semakin tinggi intensitas santri mengaji Kitab kuning, maka semakin meningkat pula pemahaman fikihnya, sehingga pesantren perlu mengoptimalkan sistem pembelajaran Kitab kuning untuk mencetak santri yang kompeten di bidang fikih.
Referensi
Adawiyah, R., Rahmawati, R. E., & Salik, M. (2021). Relevansi pemikiran pendidikan KH. Imam Zarkasyi dalam pembentukan intrapersonal inteligensi. EDUGAMA: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan, 7(1), 18–44. https://doi.org/10.32923/edugama.v7i1.1663
Abdullah, K., Jannah, M., et al. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif. Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Ali, N., Nata, A., & Syafri, U. A. (2025). Pembelajaran berbasis masalah di Pondok Pesantren Miftahul Ulum dalam meningkatkan pembelajaran fikih. SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 10(1), 254–275.
Arifin, H. R. (2022). Metode sorogan dalam meningkatkan minat dan keterampilan membaca kitab kuning santri Al-Afiyah Bogor Jawa Barat. Inspiratif Pendidikan, 11(1), 24–36. https://doi.org/10.24252/ip.v11i1.29195
Arifin, S., Mughni, S. A., & Nurhakim, M. (2022). Meaning and implication of Islam Berkemajuan in Muhammadiyah. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 60(2), 547–584. https://doi.org/10.14421/ajis.2022.602.547-584
Azhar. (2024). Transformasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era 5.0. Al Karim Journal of Islamic and Education Research, 2(4), 268–278.
Azhari, D. S., Afif, Z., Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian mixed method research untuk disertasi. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 8010–8025.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Darmawan, D. S., & Anshori, S. (2025). Pengaruh motivasi belajar terhadap mata pelajaran Fiqih siswa kelas VII MTs Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng Jombang. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 2(4), 634–640.
Fajar Alfinur, M. (2024). Kitab kuning dan tradisinya di Indonesia. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi, 3(1), 13–20. https://doi.org/10.54443/siwayang.v3i1.2277
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Edisi ke-9). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Harahap, R. A., Halim, M., Almadani, A., Harahap, F. S., & Hasibuan, A. M. S. (2025). Islam Nusantara dan pendidikan agama. Reflection: Islamic Education Journal, 2(2), 91–102. https://doi.org/10.61132/reflection.v2i2.657
Hak, N., Muhsin, I., & Wildan, M. (2021). Melacak transmisi keilmuan pesantren: Studi atas kajian kitab kuning, hubungan kiai-santri, dan genealogi pesantren salafiyah di Jawa Barat. Yogyakarta: Semesta Aksa.
Kadir, A. S. R., & Yamin, M. N. (2023). Motivasi belajar santri kalong pada pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Daarul Ulum Muhammadiyah Galur. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(5), 3682–3696.
Kandiri, F. R., Supriadi, & Hosain. (2026). Digital literacy of santri as a new paradigm of Islamic education in the era of globalization. MUMTAZ: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 91–116. https://doi.org/10.69552/mumtaz.v6i1.3819
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Data pesantren tahun 2023. EMIS Kemenag. https://emis.kemenag.go.id/
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Menelisik kitab lomba baca kitab kuning tahun 2023. Kemenag. https://kemenag.go.id/kolom/menelisik-kitab-lomba-baca-kitab-kuning-tahun-2023-2z7DF
Khoirun Nisa. (2024). Peningkatan kesejahteraan emosional santri melalui praktik mindfulness dan refleksi spiritual. Jurnal Educazione: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Bimbingan dan Konseling, 12(2), 98–106.
Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren. (2025). UU No. 18 Tahun 2019: Momentum pengakuan utuh terhadap pesantren. Majelis Masyayikh. https://majelismasyayikh.id/artikel/opini/uu-no-18-tahun-2019-momentum-pengakuan-utuh-terhadap-pesantren
Mu'ammar, R., & Munadirin, A. (2023). Pendidikan fikih di pesantren dalam bingkai afektif, kognitif, dan psikomotorik (Studi di Pesantren Miftakhul Jannah dan Pesantren Salafiyah). Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 192–194.
Mu'izzuddin, M., Juhji, & Hasbullah. (2019). Implementasi metode sorogan dan bandungan dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 43–50. https://doi.org/10.32678/geneologipai.v6i1.1942
Paramita, R. W. D. (2021). Metode penelitian kuantitatif. Jawa Timur: PT Widya Gama Press.
Purwaningsih, D. (2020). Pengaruh kedisiplinan belajar dan intensitas belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis. Jurnal Dialektika Jurusan PGSD, 10(1), 347–352.
Ramadhan, M. (2023). Pendidkan fiqih di pesantren dalam bingkai afektif, kognitif, dan psikomotorik (Studi di Pesantren Miftakhul Jannah dan Pesantren Salafiyah). Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 192–194.
Resianto, E., Murwaningsih, T., & Susantiningrum. (2023). Motivasi belajar siswa pondok pesantren (Studi kasus di Pondok Pesantren MTA Surakarta). Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran, 7(1), 11–20.
Romlah, S. (2021). Perbandingan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam melakukan penilaian operasional. Jurnal Studi Islam, 16(1), 1–13.
Rosyid, M. I., Aisy, R., & Mubin, N. (2025). Sinergi tradisi dan psikologi: Efektivitas sorogan dan bandongan dalam pembelajaran pesantren. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 3(5), 167–173. https://doi.org/10.61132/jbpai.v3i5.1563
Saputri, S. (2022). Pentingnya menerapkan teori belajar humanistik dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada jenjang sekolah dasar. EduBase: Journal of Basic Education, 2(1), 47–59. https://doi.org/10.47453/edubase.v2i2.427
Sentia, M., & Anwar, M. R. (2023). Penerapan metode wetonan dalam membaca kitab kuning santri di Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja. LENTERNAL: Learning and Teaching Journal, 4(3), 152–158. https://doi.org/10.32923/lenternal.v4i3.3795
Shodiq. (2023). Strategi pembelajaran kitab kuning di Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum. Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 661–672. https://doi.org/10.17977/um025v1i12016p17
Sihotang, H. (2023). Metode penelitian kuantitatif. Jakarta: UKI Press.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Syaiful Bahri, & Masruroh. (2025). Pembiasaan pembelajaran kitab kuning Fathul Qorib dalam meningkatkan kualitas pemahaman mata pelajaran Fiqih di SMP Islam Mbah Bolong Watugaluh Jombang. Millatuna: Jurnal Studi Islam, 2(4), 146–155. https://doi.org/10.33752/mjsi.v2i04.9465
Syu'aib, M., & Husni, M. (2025). Kitab kuning: Fondasi karakter orang-orang pesantren. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 412–423. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i1.862
Tabrani. (2023). Perbedaan antara penelitian kualitatif (naturalistik) dan penelitian kuantitatif (ilmiah) dalam berbagai aspek. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5, 318–327.
Wahyuni. (2023). Pengantar evaluasi program pendidikan. Jakarta: Academia Educational Press.
Umamatul Khaeriyah, Muthoharoh, & Neily El-'Izzah. (2025). Developing religious moderation in millennial santri: A case study at Ma'had Al-Jami'ah UIN Cyber Syekh Nurjati Cirebon. Belajea: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 1–24. https://doi.org/10.29240/belajea.v10i01.11130
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Siti Imroatul Latifah, Andang Sunarto, Nova Asvio

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



