Resilience as a mediator of parental social support and tahfiz examination anxiety in Islamic education

Authors

  • Munirotul Mahmuda Poncokaryo State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Triyo Supriyatno State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Esa Nur Wahyuni State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang

DOI:

https://doi.org/10.32832/tawazun.v19i2.23295

Keywords:

Examination Anxiety, Islamic Education, Parental Social Support, Resilience, Tahfiz Education

Abstract

This study aims to examine the role of resilience as a mediating variable in the relationship between parental social support and anxiety in tahfiz examinations. Anxiety in tahfiz examinations has distinctive characteristics, as it is not only related to academic demands but also involves memorization performance pressure and psychological readiness during direct recitation. This study employed a quantitative correlational design involving 96 respondents. Data was collected through validated and reliable questionnaires and analyzed using path analysis and the Sobel test. The results indicate that parental social support has a negative effect on anxiety (-0.350). Meanwhile, the indirect effect through resilience is stronger (-0.391), resulting in a total effect of -0.741. The coefficient of determination (R²) of 0.60 indicates that parental social support and resilience collectively explain 60% of the variance in tahfiz examination anxiety. The Sobel test result (Z = -3.36 > 1.96) confirms that resilience significantly functions as a partial mediator. These findings highlight the importance of strengthening resilience to reduce anxiety and enhance students’ psychological readiness in facing tahfiz examinations.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran resiliensi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara dukungan sosial orang tua dan kecemasan dalam menghadapi ujian tahfiz. Kecemasan pada ujian tahfiz memiliki karakteristik khusus karena tidak hanya berkaitan dengan tuntutan akademik, tetapi juga tekanan performa hafalan serta kesiapan psikologis saat diuji secara langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 96 responden. Data dikumpulkan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik path analysis dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua berpengaruh negatif terhadap kecemasan sebesar -0,350. Sementara itu, pengaruh tidak langsung melalui resiliensi lebih kuat, yaitu sebesar -0,391, sehingga total pengaruh mencapai -0,741. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,60 menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua dan resiliensi secara bersama-sama mampu menjelaskan 60% variasi kecemasan menghadapi ujian tahfiz. Hasil uji Sobel dengan nilai Z sebesar -3,36 (>1,96) menunjukkan bahwa resiliensi berperan sebagai mediator parsial yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan resiliensi dalam membantu menurunkan kecemasan serta meningkatkan kesiapan psikologis siswa dalam menghadapi ujian tahfiz.

References

Aini, R. (2024). Peran dukungan sosial terhadap resiliensi siswa dalam pembelajaran berbasis religius. Jurnal Psikologi Pendidikan Islam, 9(1), 45–58.

Al-Ghazali. (2005). Ihya’ ‘Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arumsari, D., & Ariati, J. (2023). Hubungan dukungan sosial dengan kecemasan akademik pada siswa. Jurnal Psikologi, 12(2), 120–130.

Azalia, N., & Jenuri, J. (2025). Analisis kecemasan siswa dalam menghadapi ujian berbasis hafalan. Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 66–78.

Beck, A. T., Epstein, N., Brown, G., & Steer, R. A. (1988). An inventory for measuring clinical anxiety: Psychometric properties. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 56(6), 893–897. https://doi.org/10.1037/0022-006X.56.6.893

Dalmış, R. S. (2022). Resilience and anxiety among students: A correlational study. International Journal of Psychology and Education, 10(2), 145–158.

Dong, Y., Zhang, S., & Li, X. (2023). Social support and anxiety: The mediating role of resilience. Frontiers in Psychology, 14, 112233. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.112233

Fitri, A., & Cholizah, N. (2025). Tekanan psikologis siswa tahfiz dalam menghadapi evaluasi hafalan. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 7(1), 23–35.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hadinata, M., Prasetyo, B., & Lestari, D. (2023). Kecemasan siswa dalam menghadapi ujian hafalan Al-Qur’an. Jurnal Psikologi Islam, 8(2), 101–115.

Hasanah, U., Rahman, A., & Fadhilah, N. (2025). Integrasi program tahfiz dalam kurikulum madrasah. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 15–28.

Ibn Khaldun. (2004). Al-Muqaddimah. Beirut: Dar al-Fikr.

Ibn Qayyim al-Jawziyya. (2003). Madarij al-Salikin. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Lukianto, A., Suryadi, B., & Hidayat, T. (2025). Integrasi pendidikan Islam dalam pembentukan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 13(1), 1–12.

Moulaei, M., Gholami, H., & Rahimi, S. (2023). Exam anxiety and its psychological dimensions. Journal of Educational Psychology, 15(3), 200–215.

Naufalita, S., & Sari, D. (2024). Faktor-faktor kecemasan siswa dalam menghadapi evaluasi pembelajaran. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2), 89–102.

Nik Abdullah, N. M. S. A., Sabbri, F. S. M., & Isa, R. A. M. (2021). Tahfiz students’ experiences in memorizing the Qur’an: Unveiling their motivating factors and challenges. IIUM Journal of Educational Studies, 9(2), 42–63.

Reivich, K., & Shatté, A. (2002). The resilience factor: 7 keys to finding your inner strength and overcoming life’s hurdles. New York: Broadway Books.

Rozali, Y. A., Rahmawati, D., & Putri, N. (2022). Peran dukungan sosial orang tua terhadap kesejahteraan psikologis siswa. Jurnal Psikologi, 18(1), 55–67.

Sarafino, E. P. (2011). Health psychology: Biopsychosocial interactions (7th ed.). New York: Wiley.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wulandari, S. (2025). Hubungan dukungan sosial dengan resiliensi siswa tahfiz. Jurnal Psikologi Islam, 9(1), 33–47.

Yang, F., Li, J., & Wang, Q. (2022). The mediating role of resilience in social support and anxiety. Current Psychology, 41(5), 2987–2995. https://doi.org/10.1007/s12144-020-00789-3

Yundianto, R., Prakoso, H., & Wijaya, A. (2023). Dampak kecemasan terhadap performa akademik siswa. Jurnal Pendidikan, 14(2), 150–162.

Downloads

Published

2026-08-10

How to Cite

Poncokaryo, M. M., Supriyatno, T., & Wahyuni, E. N. (2026). Resilience as a mediator of parental social support and tahfiz examination anxiety in Islamic education. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 19(2), 347–366. https://doi.org/10.32832/tawazun.v19i2.23295

Issue

Section

Artikel