Metode bercerita dalam mata pelajaran pendidikan akhlak di pusat pendidikan Andalus Singapura
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i6.23823Keywords:
media pembelajaran, metode bercerita, multikultural, pendidikan akhlak, pendidikan nonformalAbstract
This study aims to describe the application of storytelling methods in Moral Education classes at the Andalus Education Center in Singapore. The research focuses on teachers’ strategies for telling stories, the moral values conveyed in the stories, and the use of instructional media that support the learning process. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The results show that teachers systematically apply the storytelling method by emphasizing universal moral values, such as honesty, patience, responsibility, and compassion. Teachers also demonstrate flexibility in selecting, developing, and improvising story material to suit the characteristics of their students. Furthermore, the use of supporting media—such as illustrations, whiteboards, audio, and YouTube videos—enriched the learning experience and enhanced students’ engagement in understanding moral messages. This study shows that the storytelling method is an effective strategy for instilling moral values in a multicultural non-formal education context. However, the development of more structured storytelling modules and the improvement of teachers’ competencies in the use of learning media are still needed to optimize the effectiveness of this method.
Abstrak
Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bercerita dalam pembelajaran Pendidikan Akhlak di Pusat Pendidikan Andalus Singapura. Fokus penelitian meliputi strategi guru dalam menyampaikan cerita, kandungan nilai-nilai akhlak dalam cerita, serta penggunaan media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan metode bercerita secara sistematis dengan menekankan nilai-nilai moral universal, seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan kasih sayang. Guru juga menunjukkan fleksibilitas dalam memilih, mengembangkan, dan mengimprovisasi materi cerita agar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Selain itu, penggunaan media pendukung berupa ilustrasi, papan tulis, audio, dan video YouTube mampu memperkaya pengalaman belajar serta meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam memahami pesan moral. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode bercerita merupakan strategi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai akhlak pada konteks pendidikan nonformal yang multikultural. Namun demikian, pengembangan modul cerita yang lebih terstruktur serta peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan media pembelajaran masih diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas metode ini.
References
Abdul-Rashid, R. A., & Abu, A. T. (2017). Kesan kaedah bercerita terhadap motivasi dan pencapaian murid Tahun 4 dalam bidang Aqidah. The Online Journal of Islamic Education, 5(1), 39–52.
Al-Attas, S. M. N. (1979). Islam and secularism. Kuala Lumpur, Malaysia: ABIM.
Al-Attas, S. M. N. (1980). Konsep pendidikan dalam Islam: Suatu kerangka pikir pembinaan filsafat pendidikan Islam (H. Bagir, Trans.; J. Rahmat, Ed.). Bandung, Indonesia: Mizan.
Al-Attas, S. M. N. (1980). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. Kuala Lumpur, Malaysia: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Al-Bukhari, M. I. I. (2017). Al-Adab al-Mufrad: Himpunan hadits mengenai adab (Terj.). Kuala Lumpur, Malaysia: Galeri Ilmu Sdn. Bhd.
Al-Ghazali, A. H. M. (2009). Ringkasan Ihya’ ‘Ulumuddin (Z. H. Al-Hamid, Trans.; H. Abdullah, Ed.). Kuala Lumpur, Malaysia: Darul Nu’man.
Al-Ghazāli. (2008). Iḥyāʾ ʿUlūm ad-Dīn: Jalan menuju penyucian jiwa. Jakarta, Indonesia: Pena Pundi Aksara.
Amin, S., & Rahman, N. (2018). Penerapan storytelling dalam pengajaran akhlak di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 45–58.
Armstrong, T. (2009). Multiple intelligences in the classroom (3rd ed.). Alexandria, VA: ASCD.
Aroff, A. R. M. (1999). Pendidikan moral: Teori etika dan amalan moral. Kuala Lumpur, Malaysia: Universiti Putra Malaysia.
Boon, P. Y., & Kaur, R. (1998). Siri bimbingan diploma perguruan psikologi (Semester II). Kuala Lumpur, Malaysia: Vinlin Press.
Darul Andalus. (2023). Siri buku pendidikan Islam peringkat rendah. Singapore: Pusat Pendidikan Andalus.
Forward Singapore. (2023). Release of Forward Singapore report: 4G unveils roadmap to build our shared future. Retrieved from https://www.forwardsingapore.gov.sg/newsroom/release-of-forward-singapore-report--4g-unveils-roadmap-to-build-our-shared-future
Gardner, H. (1983). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. New York, NY: Basic Books.
Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. New York, NY: Bantam Books.
Hadeeth Encyclopedia. (n.d.). Hadeeth Encyclopedia. Retrieved from https://hadeethenc.com/id/browse/hadith/66233
Hashim, S., & Ismail, R. (2003). Psikologi pembelajaran dan personaliti. Kuala Lumpur, Malaysia: PTS Publications & Distributors.
Husin, H. K. (2010). Psikologi pembelajaran. Selangor, Malaysia: Utusan Publications & Distributors.
Ibn Kathir. (2008). Tafsir Ibn Kathir (M. A. Ghoffar E. M., Trans.; A. I. At-Atsari, Ed., Vols. 1–28). Jakarta, Indonesia: Pustaka Imam Asy-Syafi'i.
Immordino-Yang, M. H. (2015). Emotions, learning, and the brain: Exploring the educational implications of affective neuroscience. New York, NY: W. W. Norton & Company.
Kartiko, A., & Kurniawan, E. (2018). Metode bercerita dengan teknik role playing untuk menumbuhkan akhlak mulia. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 123–134.
Kementerian Pendidikan Singapura. (2023). Sukatan pengajaran dan pembelajaran bahasa Melayu sekolah rendah 2024. Retrieved from https://www.moe.gov.sg
Kohlberg, L. (1981). The philosophy of moral development: Essays on moral development (Vol. 1). San Francisco, CA: Harper & Row.
Majlis Ugama Islam Singapura. (2008). Islamic education in contemporary Singapore: Reflections and visions. Singapore: Author.
Majlis Ugama Islam Singapura. (2025, May 13). Education. Retrieved from https://www.muis.gov.sg/education/
Ministry of Social and Family Development. (2021). Report on youth delinquency 2021. Retrieved from https://www.msf.gov.sg/docs/default-source/ncpr/fa_msf_report_on_youth_delinquency_2021.pdf
Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. New York, NY: International Universities Press.
Putri, A. (2024). Pengaruh metode bercerita terhadap motivasi belajar siswa SDN Labuhanbatu. Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 67–82.
Rahmi, M. (2019). Penggunaan metode cerita dalam penanaman nilai-nilai akhlak anak. Al-Abyadh, 2(2), 45–52.
Ramayulis. (2002). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta, Indonesia: Kalam Mulia.
Setiaji, A., Anshori, B., & Fauzi, M. (2025). Pengaruh metode bercerita terhadap minat belajar siswa MTsN 1 Kota Serang. Jurnal Pendidikan Akhlak, 7(1), 55–70.
Tambak, S. (2016). Metode bercerita dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Al-Thariqah: Journal of Islamic Education, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.25299/althariqah.2016.vol1(1).614
Triani, N., Nahriyah, N., & Syhabudin, M. (2023). Efektivitas metode bercerita bernuansa Islami dalam meningkatkan akhlak mulia peserta didik di SDN Panongan 1. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 11(3), 75–90.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes (M. Cole, V. John-Steiner, S. Scribner, & E. Souberman, Eds. & Trans.). Cambridge, MA: Harvard University Press.
Wan Daud, W. M. N. (2005). Falsafah dan amalan pendidikan Islam Syed M. Naquib al-Attas: Satu huraian konsep asli Islamisasi. Kuala Lumpur, Malaysia: Universiti Malaya.
World Health Organization. (2022). Mental health and COVID-19: Early evidence of the pandemic's impact. Retrieved from https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/352189/WHO-2019-nCoV-Sci-Brief-Mental-health-2022.1-eng.pdf
World Health Organization. (2024). Adolescent mental health. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intan Mazlina Binte Abdul Jaffar, Bahrum Subagiya, Tika Kartika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



