The roles and challenges of teaching Islamic education of madrasah students Singapore in the digital age
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i5.23824Keywords:
The Digital Age, Madrasahs in Singapore, Islamic Religious Education, The Role of Teachers, StudentsAbstract
The advancement in technology, known as ICT, have made a drastic impact in the teaching fraternity. It has brought significant change in the education landscape, specifically in Islamic education. The purpose of this research is to analyse the role and the challenges faced by teachers and students in Singapore. The digital world has greatly impact the lives of the educators and students especially in terms of the shaping of the student character. The Singapore education system is based on the success as well as the implementation and advancement of technology in ensuring that the educators is well equipped in this digital era. The demand of the educators has also increased to be an IT savvy and a facilitator in line with the 21 CC competencies. The digital era has opened its doors to students to gain accessibility to diverse knowledge. However, this also comes with challenges in the form of moral and social challenges which need constant guidance. The method that I will be using in this research is qualitative (case study) which emphasizes on the importance of the collaboration between teachers, parents as well as the Ministry of Education (MOE) to shape our new generation of Singapore Muslims to be critical thinkers of the new digital era.
Abstrak
Perkembangan teknologi digital atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mengubah pola komunikasi, gaya hidup, dan sistem pendidikan, termasuk dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan tantangan guru Pendidikan Agama Islam di Singapura pada era digital serta implikasinya terhadap pembentukan akhlak peserta didik, khususnya di lingkungan madrasah. Sistem pendidikan Singapura yang berorientasi pada keunggulan akademik dan kemajuan teknologi menuntut guru untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat. Dalam konteks ini, guru Pendidikan Agama Islam tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai pembimbing akhlak, pengelola pemanfaatan teknologi, dan fasilitator pembelajaran abad ke-21. Era digital memberikan peluang yang luas bagi peserta didik untuk mengakses berbagai sumber pengetahuan, namun pada saat yang sama menghadirkan tantangan moral dan sosial yang memerlukan pendampingan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, tantangan utama pendidikan adalah mempersiapkan guru dan peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif sekaligus meningkatkan kompetensi digital dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) serta lembaga pendidikan terkait dalam membentuk generasi Muslim yang berakhlak mulia, berpikir kritis, dan mampu menghadapi tantangan era digital.
References
Aljunied, S. M. K., & Hussin, D. I. (2006). Estranged from the ideal past: Evolution of madrasahs in Singapore. Journal of Muslim Minority Affairs, 35(2), 267–290.
Ally, M. (2004). Foundations of educational theory for online learning. In T. Anderson & F. Elloumi (Eds.), Theory and practice of online learning. Athabasca, Canada: Athabasca University.
Amiruddin, A. (2021). Urgensi pendidikan akhlak: Tinjauan atas nilai dan metode perspektif Islam di era disrupsi. Journal of Islamic Education Policy, 6(1).
Arifin, I., Ahmad, M. R. S., & Sadriani, A. (2023). Peran guru dalam perkembangan teknologi pendidikan di era digital. Seminar Nasional Dies Natalis, 1(1). https://doi.org/10.59562/semnasdies.v1i1.431
Arum, S. (2018). Arus metamorfosa milenial. Kendal: Ernest.
Hashim, A., & Eng, L. A. (2006). Madrasah al-Maarif: A case study of madrasah education. In A. R. N. Aisha & A. E. Lai (Eds.), Secularism and spirituality: Seeking integrated knowledge and success in madrasah education in Singapore (pp. 113–133). Singapore: Marshall Cavendish.
Lubis, S. A. (2012). Islamic education towards the era of social change: Effort in enhancing the quality. Journal of Muslim Minority Affairs, 103–117.
Mutalib, H. (2005). Singapore Muslims: The quest for identity in a modern city-state. Journal of Muslim Minority Affairs, 25.
Nasir, M. A. (2022). Teori konstruktivisme Piaget: Implementasi dalam pembelajaran Al-Qur'an Hadis. JSG: Jurnal Sang Guru, 1(4), 221–223.
Noraini. (2017). Keberkesanan pendekatan flipped classroom dalam pembelajaran sains di sekolah rendah. Jurnal Pendidikan Sains & Matematik, 7(2).
Nur Nadirah Binti Kamarudin, & Jamalul Lai Abdul Wahab. (2019). Cabaran kepimpinan teknologi pengetua dalam pengintegrasian ICT di sekolah. Paper presented at the 12th International Workshop and Conference on ASEAN Studies. Universiti Kebangsaan Malaysia.
Patmasari, L., Hidayati, D., Ndari, W., & Sardi, C. (2023). Digitalisasi berpusatkan pada pelajar. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 9(1), 1–7.
Rubathey, N., & Nurul Huda. (2023). Pelaksanaan ICT dan cabaran dari aspek kesediaan dalam kalangan guru senior di bilik darjah. ILMI Journal, 13, 15–28.
Sarah Alia, & Nor Hafizah. (2021). Tahap kesediaan dan penerimaan guru dalam mempraktikkan penggunaan teknologi digital IR 4.0 sebagai bahan bantu mengajar dalam pendidikan rendah. International Journal of Advanced Research in Islamic Studies and Education (ARISE).
Sugrah, N. U. (2020). Implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran. Humanika, 19(2), 121–125.
Talbani, A. (1996). Pedagogy, power, and discourse: The transformation of Islamic education. Comparative Education Review, 40, 45–57.
Tan, C. (2009). Maximising the overlapping area: Multiculturalism and a Muslim identity for madrasahs in Singapore. Journal of Beliefs & Values, 30, 32–41.
Tan, C., & Abbas, D. B. (2017). Reform in madrasah education: The Singapore experience. In M. Abu Bakar (Ed.), Rethinking madrasah education in the globalized world (p. 178). New York, NY: Routledge.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Munirah Binte Badekruzaman, Syarifah Gustiawati, Bahrum Subagiya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



