Development of integrative inclusive Islamic jurisprudence and Islamic cultural history materials: Contextual, historical critical, and social religious relevance approaches

Authors

  • Kamila Anjali Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Muhammad Bintang Satriawan Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Muhammad Fakhrur Rizal Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Mita Tamaminni’mah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Mahin Anas Romadona Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Muhammad Misbah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i8.24239

Keywords:

integrative-inclusive, fiqh, history of Islamic culture, contextual approach, historical-critical approach, religious moderation

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays a vital role in shaping students’ religious understanding, character, and social attitudes. However, in practice, PAI instruction—particularly in the subjects of Fiqh and Islamic Cultural History (SKI)—is still often presented in a fragmented, text-based manner and lacks relevance to the ever-evolving realities of society. This paper aims to analyze the development of Fiqh and SKI materials based on an integrative-inclusive approach through contextual, historical-critical, and socio-religious relevance perspectives. The method used in this study is a qualitative approach involving a literature review through the analysis of various concepts and research findings related to the development of Islamic Education (PAI) instruction. The study’s findings indicate that the development of integrative and inclusive Fiqh and SKI curriculum materials is a key strategy for creating a more comprehensive, adaptive, and meaningful religious education. Fiqh curriculum materials need to be developed not only to provide a normative understanding of Islamic law but also to address social issues and keep pace with the times. Meanwhile, Islamic Studies instruction should be guided by a historical-critical approach so that students do not merely memorize historical events but are able to understand the values, context, and lessons contained within the development of Islamic civilization. A contextual approach to learning allows students to connect Islamic teachings with real-life experiences, while an inclusive approach instills the values of religious moderation, tolerance, and respect for diversity. Thus, the development of Fiqh and SKI materials based on an integrative-inclusive approach can make Islamic Education (PAI) more humanistic, relevant, and responsive to today’s socio-religious challenges. This learning model is not only oriented toward enhancing cognitive aspects but also contributes to shaping students who possess a broad understanding of religion, a critical mindset, a moderate character, and the ability to apply Islamic values in social life.

Abstrak

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman keagamaan, karakter, dan sikap sosial peserta didik. Namun, dalam praktiknya pembelajaran PAI, khususnya materi Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), masih sering disajikan secara parsial, tekstual, dan kurang memiliki keterkaitan dengan realitas kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan materi Fikih dan SKI berbasis integratif-inklusif melalui pendekatan kontekstual, historis-kritis, dan relevansi sosial keagamaan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis berbagai konsep dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan materi Fikih dan SKI integratif-inklusif menjadi strategi penting dalam menciptakan pembelajaran agama yang lebih komprehensif, adaptif, dan bermakna. Materi Fikih perlu dikembangkan tidak hanya sebagai pemahaman hukum Islam secara normatif, tetapi juga dikaitkan dengan persoalan kehidupan sosial dan perkembangan zaman. Sementara itu, pembelajaran SKI perlu diarahkan melalui pendekatan historis-kritis agar peserta didik tidak hanya menghafal peristiwa sejarah, tetapi mampu memahami nilai, konteks, serta hikmah yang terkandung dalam perkembangan peradaban Islam. Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran memungkinkan peserta didik menghubungkan ajaran Islam dengan pengalaman nyata, sedangkan pendekatan inklusif menanamkan nilai moderasi beragama, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Dengan demikian, pengembangan materi Fikih dan SKI berbasis integratif-inklusif mampu menjadikan pembelajaran PAI lebih humanis, relevan, dan responsif terhadap tantangan sosial keagamaan masa kini. Model pembelajaran ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan aspek kognitif, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman agama yang luas, sikap kritis, karakter moderat, serta kemampuan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

References

Abdillah, A. A., & [penulis kedua]. (2024). Pendidikan Islam inklusif: Menyatukan keberagaman dalam satu visi tauhid. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI, 11(3), 2–3. https://doi.org/10.69896/modeling.v11i3.2858

Abdullah, F., Adib, H., & Misbah, M. (2021). Pengembangan kurikulum PAI berbasis integratif inklusif. Eduprof: Islamic Education Journal, 3(2), 165–182. https://doi.org/10.47453/eduprof.v3i2.91

Amirudin, J., Ruswandi, U., Erihadiana, M., & Rohimah, E. (2022). Implementation of the CTL learning model through Islamic moderate values in improving the attitude of students’ tolerance in school. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 690–703. https://doi.org/10.31538/nzh.v5i2.2201

Baehaqi, F., & Misbah, M. (2025). Optimalisasi pembelajaran Agama Islam integratif inklusif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 1347–1354. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.590

Bawadi, A. J., Zikri, A., & Fadriati, F. (2025). Implementasi pembelajaran elemen SKI integratif di sekolah pada materi kelahiran dan dakwah Nabi Muhammad SAW berbasis metode diary interaction. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2), 1118–1127. https://doi.org/10.31004/jpion.v4i2.527

Hadi, M. S. (2016). Korelasi antara efektivitas pelaksanaan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dengan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam di MAN Yogyakarta 1. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 13(2), 133–144. https://doi.org/10.14421/jpai.2016.132-01

Lestari, A. D., Pratiwi, R., & Nastion, S. J. (2022). Strategi pembelajaran Contextual Teaching Learning pada Sejarah Kebudayaan Islam. Journal of Educational Management and Strategy, 1(1), 40–45. https://doi.org/10.57255/jemast.v1i1.56

Lestari, S. S., Ismail, F., & Astuti, M. (2025). Membangun karakter Islami melalui pembelajaran inovatif PAI: Implementasi kontekstual, research based learning, problem based learning, dan quantum teaching. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(1), 78–87. https://doi.org/10.31004/jpion.v4i1.327

Nasrullah Ihsan, M., Maulana, A., & Mahbubi, M. (2025). Integrasi nilai moderasi beragama dalam materi fikih PAI: Studi analisis konten Kurikulum Merdeka. SUKIJO CiRCLE: Journal of Contemporary Islamic Education, 1–13.

Nuryanti, S., Andriana, N., & Syafrin, N. (2025). Pengembangan modul PAI materi fikih pada pendidikan kesetaraan Paket B. JPG: Jurnal Pendidikan Guru Journal, 6(1), 4–12.

Pasaribu, S., Khoridatunnida, K., Febrianty, L., & Syah, F. R. (2024). Pendidikan PAI inklusif. Tasyri’: Jurnal Tarbiyah-Syari’ah-Islamiyah, 31(1), 26. https://doi.org/10.52166/tasyri.v31i01.555

Sa’adiah, S., & Farhurohman, O. (2020). Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Ibtida’i: Jurnal Kependidikan Dasar, 7(1), 37–50. https://doi.org/10.32678/ibtidai.v7i01.3363

Susanto, A., et al. (2026). Penerapan pendidikan Islam dalam kurikulum: Integrasi tauhid, akhlak, dan pendekatan humanis. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 1(4).

Tukang, S. (2023). Persepsi siswa MIS Laiwui Obi terhadap materi kisah Nabi dan Rasul dalam pembelajaran SKI. JUANGA: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 195–204. https://www.e-jurnal.staibabussalamsula.ac.id/index.php/JUANGA/article/view/260

Winanda, A. (2024). Implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan critical thinking dalam pembelajaran materi Agama Islam. At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam, 9(1), 55–74. https://doi.org/10.22515/attarbawi.v9i1.8416

Downloads

Published

2026-10-03

How to Cite

Anjali, K., Satriawan, M. B., Rizal, M. F., Tamaminni’mah, M., Romadona, M. A., & Misbah, M. (2026). Development of integrative inclusive Islamic jurisprudence and Islamic cultural history materials: Contextual, historical critical, and social religious relevance approaches. Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(8), 130–137. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i8.24239

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.