Perencanaan penjaminan mutu internal di sekolah dasar
DOI:
https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i5.23117Kata Kunci:
Analisis SWOT, ISO 21001:2018, Penjaminan mutu internal, Perencanaan mutu, Sekolah dasarAbstrak
Basic education plays a crucial role in shaping students’ character and foundational competencies; therefore, the quality of its implementation must be assured in a planned and sustainable manner. However, variations in quality across schools still exist, indicating the need for contextual and adaptive internal quality assurance planning. This study aims to analyze the internal quality assurance planning at Sekolah Dasar Kreativa, including the establishment of standards, needs analysis, and quality improvement planning. The study employs a descriptive qualitative approach using interviews, observations, and document analysis as data collection techniques. The main informant is the quality assurance manager. Data analysis is conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation to ensure validity. The results show that quality planning is carried out systematically and in a structured manner, referring to ISO 21001:2018. The stages begin with gap analysis, followed by standard setting, development of indicators and standard operating procedures (SOPs), and quality improvement planning through SWOT analysis, supervision, internal audits, and management review. It is concluded that the internal quality assurance planning in the school aligns with the principles of educational quality assurance and supports continuous quality improvement.
Abstrak
Pendidikan dasar berperan penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar peserta didik, sehingga mutu penyelenggaraannya perlu dijamin secara terencana dan berkelanjutan. Namun, masih terdapat variasi mutu antar sekolah yang menunjukkan perlunya perencanaan penjaminan mutu internal yang kontekstual dan adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan penjaminan mutu internal di Sekolah Dasar Kreativa, meliputi penetapan standar, analisis kebutuhan, dan perencanaan peningkatan mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan utama adalah manajer penjaminan mutu. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan mutu dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur dengan mengacu pada ISO 21001:2018. Tahapan dimulai dari analisis kesenjangan, penetapan standar, penyusunan indikator dan SOP, hingga perencanaan peningkatan melalui analisis SWOT, supervisi, audit internal, dan tinjauan manajemen. Disimpulkan bahwa perencanaan penjaminan mutu internal di sekolah tersebut selaras dengan prinsip penjaminan mutu pendidikan dan mendukung peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Referensi
Argyris, C., & Schön, D. A (1996). Organizational learning II: Theory, method, and practice. Reading, MA: Addison-Wesley.
Deming, W. E (1986a). Out of the Crisis. Cambridge, MA: Massachusetts Institute of Technology (MIT) Press.
Deming, W. E (1986b). Out of the crisis. Cambridge, MA: Massachusetts Institute of Technology Press.
Depdiknas (2003). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah; Buku 1. Koonsep Dasar. Depdiknas.
Erni, Y (2024). Implementation of SWOT Analysis to Improve Educational Quality at Elementary School 13 Pasaman , West Pasaman Regency. International Journal of Educational Dynamics, 7(1), 166–173.
Freeman, R. E (2010). Strategic management: A stakeholder approach. Cambridge University Press.
Harvey, L., & Green, D (1993). Defining quality. Assessment & Evaluation in Higher Education, 18(1), 9–3.
Hashifah, N (n.d.). Manajemen berbasis sekolah (mbs).
Idris, A., Trisnamansyah, S., & Wasliman, I (2022). Implementation of The Internal Quality Assurance System in Improving School Quality. 3(2), 27–34.
Juran, J. M (1987). Management of Quality. Juran Institute.
Mardhiyah, M., Saputra, A., Fahrezi, D. W., Hasri, S., & Sohiron, S (2023). Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal di Sekolah dasar. Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 6(2), 698–705. https://doi.org/10.32923/kjmp.v6i2.4036
Maulana, M. M (2024). Integrasi sistem penjaminan mutu internal dalam meningkatkan standar mutu pengelolaan pendidikan di sekolah. VIII(2), 304–315.
Mulyasa, E (2013). Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi. Remaja Rosdakarya.
Pandales, S., Yani, R. C., Mardotila, S., & Prayanto, D (2025). Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Sistem Penjaminan Standar Mutu. 4(4), 3033–3040.
Program, D., & Pendidikan, S (2022). Penerapan Prinsip Continuous Improvement Dalam Total Quality Management Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan & Ekonomi, 5(1), 12–27.
Sallis, E (2012a). Total Quality Management in Education, terj. Ahmad Ali Riyadi dan Fahrurrozi. : IRCiSoD.
Sallis, E (2012b). Total quality management in education (3rd ed.).
Sidik, F (2022). Pendekatan Teori Sistem Input, Proses Dan Output Di Lembaga Pendidikan. Irfani : Jurnal Pendidikan Islam, 18, 34–40.
Sitorus, A. S., Dahlan, Z., Islam, U., & Sumatera, N (n.d.). Model Sistem Penjaminan Mutu Internal Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara Medan. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3, 259–278. https://doi.org/10.30868/im.v7i01.5319
Timsina, T. P (2022). Quality Assurance of Academic Organisations – A Comparative Study of ISO 9001 , ISO 21001 and QAA ( UGC Nepal ) Educational System in Nepal Quality Concern at Nepalese Academic Organisations. 9(I), 34–56.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tia Nursaktia, Endin Mujahidin, Ahmad

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



