Peningkatan kemampuan berpikir kritis anak usia dini melalui pendekatan multisensori pada pembelajaran PAI

Authors

  • Yesi Ulandari Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Zulfani Sesmiarni Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i8.24267

Keywords:

anak usia dini, pendidikan agama Islam, pendekatan multisensori, berpikir kritis, pembelajaran PAI

Abstract

This study was motivated by the low critical thinking ability of early childhood learners in Islamic Religious Education (PAI) learning. This condition was reflected in children’s limited ability to observe, ask questions, respond to questions, express opinions, and provide simple reasoning based on the information obtained during the learning process. Therefore, an instructional approach that actively engages children and provides meaningful learning experiences is needed. One of the approaches that can be implemented is the multisensory approach. This study employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, consisting of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. The research was conducted in two cycles during Islamic Religious Education learning at TK Surya Kids Bukittinggi, involving 20 children from Group B as research subjects. Data were collected through observation, documentation, and critical thinking ability assessment sheets. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. The implementation of the multisensory approach involved various sensory modalities, including visual activities through pictures, picture cards, and Islamic learning videos; auditory activities through teacher explanations, stories of the prophets’ exemplary behaviors, and Islamic songs; kinesthetic activities through educational games and practical worship activities; and tactile activities through the use of concrete learning media that children could touch and manipulate. These learning experiences encouraged children to observe, ask questions, express opinions, answer questions, and provide simple reasoning related to the learning materials. The results showed that the implementation of the multisensory approach improved children’s critical thinking abilities in Islamic Religious Education learning. The percentage of children’s critical thinking ability increased from 40.28% in the pre-action stage to 61.91% in Cycle I and further increased to 76.06% in Cycle II. This achievement exceeded the predetermined success indicator of 75%. Therefore, it can be concluded that the multisensory approach is effective in improving early childhood critical thinking abilities in Islamic Religious Education learning at TK Surya Kids Bukittinggi.

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis anak usia dini dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang terlihat dari keterbatasan anak dalam mengamati, bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, serta memberikan alasan sederhana terhadap informasi yang diperoleh. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang mampu melibatkan anak secara aktif dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pendekatan multisensori. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TK Surya Kids Bukittinggi dengan subjek penelitian sebanyak 20 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian kemampuan berpikir kritis anak. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penerapan pendekatan multisensori dilakukan melalui keterlibatan berbagai indera anak, yaitu visual melalui gambar, kartu bergambar, dan video pembelajaran Islami; auditori melalui penjelasan guru, cerita keteladanan nabi, dan lagu Islami; kinestetik melalui permainan edukatif dan praktik ibadah; serta taktil melalui penggunaan media konkret yang dapat disentuh dan dimanipulasi anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis anak, yaitu dari 40,28% pada pra tindakan menjadi 61,91% pada Siklus I dan meningkat menjadi 76,06% pada Siklus II. Persentase tersebut telah mencapai indikator keberhasilan sebesar 75%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan multisensori efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TK Surya Kids Bukittinggi.

References

Ahmad, S. (2024). Pengembangan kemampuan berpikir kritis anak usia dini melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 115–128.

Akhyar, M., Sesmiarni, Z., Febriani, S., & Gusli, R. A. (2024). Penerapan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 7(2).

Al Aziz, S., & Septriyanti, Y. (2023). Korelasi antara literasi bahasa Indonesia dan literasi numerasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Matematika, 18, 20.

Aziz, A., Sarnoto, A. Z., & Daffa, M. (2025). Multisensori Al-Qur’an: Model Pembelajaran Al-Qur’an bagi Siswa Tunagrahita. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 6059-6079.

Bodrova, E., & Leong, D. J. (2021). Tools of the mind: The Vygotskian approach to early childhood education (4th ed.). Pearson.

Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts. Insight Assessment.

Fisher, R. (2021). Teaching thinking: Philosophical enquiry in the classroom (5th ed.). Bloomsbury.

Fitria, N., & Suryana, D. (2022). Implementasi pembelajaran multisensori dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 5101–5112.

Goswami, U. (2022). Children's cognitive development and learning. Cambridge University Press.

Hallahan, D. P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2022). Exceptional learners: An introduction to special education (15th ed.). Pearson.

Hidayati, S. (2025). Pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran aktif pada anak usia dini. Jurnal PAUD Nusantara, 9(1), 15–28.

Kolb, D. A. (2021). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson.

Mansur. (2022). Pendidikan anak usia dini dalam Islam. Pustaka Pelajar.

Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.

Morrison, G. S. (2023). Early childhood education today (15th ed.). Pearson.

Nata, A. (2022). Perspektif Islam tentang strategi pembelajaran. Kencana.

Novia, D. R. (2025). Pengaruh Metode Outdoor Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Ipas Kelas Iv Sekolah Dasar.

Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.

Rahmawati, D., Setyowati, S., Ningrum, M. A., Adhe, K. R., & Kristanto, A. (2025). Pengembangan media pembelajaran Playmate Sensory sebagai stimulasi indera pada anak usia dini. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(7), 7675-7683.

Rahmawati, I., & Putri, R. (2024). Pendekatan multisensori dalam pembelajaran pendidikan agama Islam pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 8(1), 55–68.

Santrock, J. W. (2023). Child development (16th ed.). McGraw-Hill Education.

Shams, L., & Seitz, A. R. (2008). Benefits of multisensory learning. Trends in Cognitive Sciences, 12(11), 411–417.

Sousa, D. A. (2022). How the brain learns (6th ed.). Corwin Press.

Sujiono, Y. N. (2022). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Indeks.

Suryana, D. (2023). Pengembangan kemampuan berpikir kritis anak usia dini melalui pembelajaran berbasis eksplorasi. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4521–4532.

Suryani, A. S. (2019). Pendekatan Multisensori Dalam Menstimulasi Kemampuan Literasi Anak Usia Dini Kelompok B5 TK Islam Tunas Melati Yogyakarta. Universitas Islam Negeri Sunan kalijaga Yogyakarta, 84.

Tafsir, A. (2022). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2026-10-03

How to Cite

Ulandari, Y., & Sesmiarni, Z. (2026). Peningkatan kemampuan berpikir kritis anak usia dini melalui pendekatan multisensori pada pembelajaran PAI . Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(8), 76–88. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i8.24267

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.