Reinterpreting women’s independence in the perspective of Islamic education

Authors

  • Moch Firman Taufik Rachman Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Umi Sarah Nafi'ah Darojat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Abas Mansur Tamam Universitas Ibn Khaldun Bogor
  • Muhammad Zaki Süleyman Demirel Üniversitesi Isparta

DOI:

https://doi.org/10.32832/tawazun.v19i2.23441

Keywords:

Independent, Woman, Islamic Education, Worldview, Empowerment

Abstract

Independency become a major discourse that showing ambiguity of role and function of woman in public. This research aims to reinterpretate the meaning of Independent Woman in the perspective of Islamic Education. Library research used as a method of this research, analyzing the library document as a primary and secondary reference. Content analysis is used as the analysis technique on this method through identifying the various characteristics of library data. Results of the research show that 1) Independence means someone’s inner power obtained by individuation process through responsibility for the action taken. 2) the role and women function in the public consist of being ‘spirituality that means being a servant and vicegerent of Allah (abdullah and Khalifatullah), sociality, economy and politics. 3) concept of Independent Woman to Islamic Education Perspective covers the educational and spiritual aspect responsibility of worship and practicing the religion without external force, intellectual aspect that providing women’s rights for education, economy aspect containing a right to own and manage her property, social aspect that providing women to participate in the social field, politics aspect that state equality between men and women on the eye of law. 4) Misinterpretation of Feminist’s idea of independent woman leads to decline of spiritual and demoralizing the civilization. Thus, research is necessary for preserving the harmony of life.

Abstrak

Independensi adalah pembahasan penting bagi perempuan saat ini yang berada dalam ambang ambiguitas peran dan fungsinya dalam tatanan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menginterpretasikan kembali makna independensi perempuan dalam pandangan Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research yang menjadikan data pustaka sebagai sumber primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysist) melalui identifikasi sumber pustaka. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa 1) Independen adalah kekuatan dalam diri seseorang yang diperoleh melalui proses individuasi, dan bertanggungjawab atas segala perbuatan yang dilakukan. 2) peran dan fungsi perempuan di masyarakat meliputi aspek spiritual untuk menjadi ‘abdullah dan khalifatullah, sosial, ekonomi, dan politik. 3) Konsep perempuan independen dalam pendidikan Islam diawali aspek spiritual, mencakup tanggungjawab penuh untuk beribadah dan menjalankan agama dengan bebas dari pengaruh luar. Aspek intelektual, perempuan berhak untuk mendapat pendidikan. Aspek ekonomi, mencakup kepemilikan dan pengelolaan kekayaan. Aspek sosial, perempuan diberi ruang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial. Serta aspek politik, mencakup kesamaan derajat di mata hukum atas ganjaran dari perbuatan yang dilakukan. 4) Ide Feminisme tentang Perempuan Independen yang disalahtafsirkan menjadi tantangan bagi perempuan. Hal ini mengarah kepada kemunduran spiritual dan moral (demoralisasi) masyarakat. Karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk menerangkan makna dari perempuan independen dalam perspektif pendidikan islam demi menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.

References

Al-Qur'an al-Karim.

Al-Hatsim, J. (2006). Al-harakah an-nisawiyah wa khalkhalatu al-mujtama'at al-Islamiyah. Dar al-Kutub al-Misriyyah.

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak.

Arafat, G. Y. (2018). Membongkar isi pesan media dengan content analysis. Alhadharah, 17(33), 32–48.

Arasy, A. (2024). Pendidikan Islam dan pembentukan kemandirian keuangan pada remaja. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 1–4.

Azizah, A., & Purwoko, B. (2017). Studi kepustakaan mengenai landasan teori dan praktik konseling naratif. Jurnal BK UNESA, 4(1), 1–8.

Badawi, J. A. (1980). The status of woman in Islam. International Islamic Publishing House.

Daud, W. M. N. W. (2021). Filsafat dan praktik pendidikan Islam Syed M. Naquib Al-Attas. Jurnal Islamika, 4(2), 82–95.

Duan, Y. (2022). Why can't a full-time wife be defined as an independent woman? Breaking and rebuilding the stereotype of independent women under social media. In Proceedings of the 2021 4th International Conference on Humanities Education and Social Sciences (ICHESS 2021) (Vol. 615, pp. 2293–2298). https://doi.org/10.2991/assehr.k.211220.396

Haq, M. (2001). Wanita korban patologi sosial. Pustaka Amenia.

Imarah, M. (2004). Harakatu at-tahrir al-mar'ati min al-musaawati ilaa al-jender. Dar al-Qalam.

Ismail, N. (2003). Perempuan dalam pasungan: Bias laki-laki dalam penafsiran. LKiS.

Istibsyarah. (2004). Hak-hak perempuan: Relasi jender menurut Tafsir Sya'rawi. Teraju.

Jensen, K. W., Liu, Y., & Schøtt, T. (2017). Entrepreneurs' innovation bringing job satisfaction, work-family balance, and life satisfaction in China and around the world. International Journal of Innovation Studies, 3(1), 193–206.

Kantor, P. (2005). Determinants of women's microenterprise success in Ahmedabad, India: Empowerment and economics. Feminist Economics, 11(3), 63–83.

Kharismawati, R. N. (2021). Perlindungan kaum perempuan dalam perspektif keislaman dan keindonesiaan. Syariati, 7(2), 1–6.

Leung, Y., Mukerjee, J., & Thurik, R. (2020). The role of family support in work-family balance and subjective well-being of SME owners. Journal of Small Business Management, 58(1), 156–171.

Nugroho. (2008). Gender dan strategi pengarusutamaannya di Indonesia. Pustaka Pelajar.

Nugroho, Y. E., Sumartini, & Prabaningrum, D. (2023). Otoritas dan kemandirian dalam karya sastra Indonesia modern. Jurnal Sastra Indonesia, 12(1), 48–55. https://doi.org/10.15294/jsi.v12i1.67472

Nurafikah, A., Somad, M. A., & Budiyanti, N. (2021). Pandangan Islam mengenai stereotip perempuan dalam dunia politik. Tadris: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam, 15(1), 88–98.

Oukil, M. S. (2013). Entrepreneurship and entrepreneurs in an Islamic context. Journal of Islamic and Human Advanced Research, 3(3), 111–131.

Ratna, M. (2001). Membiarkan berbeda. Mizan.

Ridwan, M., AM, S., Ulum, B., & Muhammad, F. (2021). Pentingnya penerapan literature review pada penelitian ilmiah. Jurnal Masohi, 2(1), 42–51. https://doi.org/10.36339/jmas.v2i1.427

Said, M. (2020). An overview of women entrepreneurship from Islamic perspective. Review of Economics and Development Studies, 6(4), 857–866.

Shabrina, A. A., & Sarmini, S. (2022). Konstruksi sosial kemandirian perempuan di era globalisasi (Studi fenomenologi perempuan pengemudi ojek online di Kota Surabaya). Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 11(2), 398–412. https://doi.org/10.26740/kmkn.v11n2.p398-412

Shalahudin, S. (2005). Keistimewaan wanita atas pria dalam masalah waris dan nafkah. Pustaka al-Kautsar.

Sugono, D. (2008). Kamus bahasa Indonesia. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Sya'rawi, M. M. (2007). Shifat az-zauj ash-shalih wa az-zaujah ash-shalihah. Dar al-Raudhah.

Umam, K., & Waskito, M. A. (2022). Women's empowerment from an Islamic perspective (Analytical study). Islamic Economics Journal, 8(2), 205–222. https://doi.org/10.21111/iej.v8i2.9069

Yuniawati, R. A. (2021). Pemberdayaan perempuan dalam membangun kemandirian ekonomi. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 5(1), 169–176. https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.4861

Zeb, A., & Ihsan, A. (2020). Innovation and entrepreneurial performance in women-owned small and medium-sized enterprises in Pakistan. Women's Studies International Forum, 79, Article 102342.

Downloads

Published

2026-08-10

How to Cite

Rachman, M. F. T., Darojat, U. S. N., Tamam, A. M., & Zaki, M. (2026). Reinterpreting women’s independence in the perspective of Islamic education. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 19(2), 331–346. https://doi.org/10.32832/tawazun.v19i2.23441

Issue

Section

Artikel

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>